LEBAK, –Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berencana merelokasi SMAN 3 Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, ke lahan yang lebih luas. Relokasi dilakukan karena kondisi lahan sekolah saat ini dinilai sudah tidak memadai untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan luas lahan SMAN 3 Rangkasbitung saat ini hanya sekitar 2.800 meter persegi. Kondisi tersebut membuat fasilitas sekolah menjadi terbatas.
“Sekolah ini lahannya hanya 2.800 meter persegi. Yang kami monitor adalah rencana relokasi. Kita lihat sendiri sangat kecil dan sudah saatnya direlokasi,” kata Andra saat meninjau SMAN 3 Rangkasbitung di Jalan Letnan Muharam, Muara Ciujung Baru, Rangkasbitung, Senin (22/6/2026).

Menurut Andra, lokasi baru yang disiapkan memiliki luas lebih dari 6.000 meter persegi. Dengan lahan yang lebih luas, sarana dan prasarana sekolah diharapkan bisa lebih memadai.
“Target pelaksanaannya tahun 2027,” ujarnya.
Andra menjelaskan, sejak pengelolaan SMA, SMK, dan SKh dialihkan dari pemerintah kabupaten/kota ke pemerintah provinsi pada 2017, Pemprov Banten terus membangun unit sekolah baru dan ruang kelas baru.
Namun, menurutnya, jumlah lulusan SMP masih belum sebanding dengan daya tampung SMA dan SMK yang tersedia.
“Maka salah satu alternatifnya adalah Program Sekolah Gratis,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMAN 3 Rangkasbitung Reri Yoseline mengungkapkan sekolah yang dipimpinnya masih menghadapi keterbatasan fasilitas. Salah satunya tidak memiliki lapangan untuk menunjang aktivitas siswa.
“Kalau ada kegiatan, kami sering memanfaatkan ruang terbuka seperti Alun-alun Rangkasbitung dan Museum Multatuli,” ujar Reri.
Selain itu, halaman sekolah juga kerap tergenang saat hujan. Menurut Reri, air masuk ke lingkungan sekolah akibat saluran drainase yang tertutup setelah jalan di sekitar lokasi ditinggikan.
Meski begitu, antusiasme siswa untuk berkegiatan di sekolah tetap tinggi.
“Siswa kami aktif dan betah di sekolah. Bahkan saat hari libur pun mereka sering mengadakan kegiatan di sini,” katanya.
Reri berharap relokasi sekolah dapat menjawab berbagai keterbatasan yang selama ini dihadapi. Dengan fasilitas yang lebih lengkap, siswa tidak perlu lagi keluar sekolah untuk melaksanakan kegiatan.

Lokasi baru SMAN 3 Rangkasbitung berada di kawasan Ona, dekat Kantor Samsat Rangkasbitung, sekitar dua kilometer dari lokasi saat ini. Selain lebih luas, lokasi tersebut dinilai memiliki akses yang mudah dan dapat menjangkau lebih banyak wilayah layanan pendidikan.
Untuk tahun ajaran 2026/2027, SMAN 3 Rangkasbitung membuka delapan rombongan belajar (rombel) untuk kelas X dengan kapasitas 36 siswa per kelas.
Dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027, Reri mengaku masih ada pihak yang mencoba menitipkan calon siswa agar diterima di sekolah tersebut. Namun, pihak sekolah tetap berpegang pada aturan yang berlaku.
“Kami tidak mau memakai jalur-jalur titipan. Semua harus sesuai aturan,” tegasnya. (Red)


