SERANG, –Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengapresiasi kinerja PT Bank Pembangunan Daerah (Perseroda) Tbk atau Bank Banten yang terus menunjukkan pertumbuhan positif dalam tiga tahun terakhir. Pertumbuhan tersebut tercermin dari peningkatan laba, aset, hingga Dana Pihak Ketiga (DPK).

Apresiasi itu disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asda II) Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Banten Budi Santoso usai menghadiri perayaan HUT ke-10 Bank Banten di Graha Bank Banten, Kota Serang, Rabu (29/7/2026).

Menurut Budi, usia 10 tahun menjadi momentum bagi Bank Banten untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan di masa mendatang.

“HUT ini harus dijadikan momentum bagi seluruh jajaran Bank Banten untuk melakukan refleksi dan evaluasi guna pertumbuhan yang lebih baik lagi ke depannya,” kata Budi.

BACA JUGA :  Bawa Temuan BPK Rp10,6 Miliar, Aliansi Reformasi Geruduk Dindikbud Banten

Ia menilai kinerja direksi, komisaris, dan seluruh pegawai Bank Banten telah menghasilkan capaian yang membanggakan. Menurutnya, hal tersebut menjadi hadiah bagi Pemprov Banten sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP).

“Itu merupakan kado luar biasa yang diberikan Bank Banten kepada Pemprov Banten sebagai Pemegang Saham Pengendali,” ujarnya.

Meski demikian, Budi mengingatkan pentingnya menjaga soliditas dan integritas agar kinerja positif dapat terus dipertahankan.

“Integritas di dalamnya macam-macam, ada transparansi, akuntabilitas, kejujuran, dan disiplin. Insya Allah, ke depan Bank Banten bisa melesat kuat dan hebat,” tuturnya.

IMG-20260730-WA0052-300x211 Pemprov Banten Apresiasi Kinerja Bank Banten di Usia ke-10

Sementara itu, Direktur Utama Bank Banten Muhammad Busthami mengatakan perseroan mencatat tren pertumbuhan laba secara konsisten dalam tiga tahun terakhir. Setelah membukukan laba bersih Rp26,59 miliar pada 2023, Bank Banten mencatat laba Rp39,33 miliar pada 2024 dan meningkat menjadi Rp52,53 miliar pada 2025.

BACA JUGA :  Benahi Tata Kelola dan Cegah Kerusakan Lingkungan, Pemprov Banten Moratorium Izin Tambang

Hingga semester I 2026 atau per 30 Juni 2026, total aset Bank Banten mencapai Rp10,4 triliun, naik 21,91% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penyaluran kredit juga tumbuh menjadi Rp5,9 triliun atau meningkat Rp1,8 triliun (43,25%) dibandingkan Juni 2025.

Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp6,8 triliun atau tumbuh 15,48% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut turut mendorong kenaikan laba bersih menjadi Rp21,4 miliar pada Juni 2026 dari Rp6,3 miliar pada Juni 2025.

Selain itu, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) Gross membaik menjadi 4,38% dari 7,07% pada Juni 2025.

“NPL Gross membaik menjadi 4,38 persen dari yang semula masih 7,07 persen di Juni 2025. Rasio keuangan lain pun juga semakin menguat dan membaik,” kata Busthami.

BACA JUGA :  Tokoh Masyarakat Dorong Terobosan Wisata di Mandalawangi–Pulosari

Busthami menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Banten Andra Soni selaku Pemegang Saham Pengendali atas dukungan terhadap transformasi Bank Banten.

Menurutnya, satu dekade perjalanan Bank Banten bukan sekadar penanda usia perusahaan, tetapi juga menjadi tonggak penguatan transformasi bisnis.

“Perjalanan hidup Bank Banten selama 10 tahun telah membangunkan rasa memiliki dan tanggung jawab yang semakin kuat di antara sesama, yang kemudian menjadi energi dan sumber kekuatan bagi transformasi dan pertumbuhan,” pungkasnya. (Red)