PANDEGLANG, – Pekerjaan Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Serang–Panimbang terus dikebut. Jalan tol sepanjang 83,67 km itu kini menunjukkan progres signifikan dan ditarget rampung pada 2027.
Tol Serang–Panimbang dibangun lewat skema KPBU dan terbagi dalam tiga seksi. Seksi 1 Serang–Rangkasbitung (26,50 km), Seksi 2 Rangkasbitung–Cileles (24,17 km) yang dikerjakan PT Wijaya Karya Serang Panimbang, serta Seksi 3 Cileles–Panimbang (33 km) yang menjadi porsi pemerintah.
Groundbreaking dilakukan Kementerian PUPR pada 8 Agustus 2022. Target awal rampung kuartal I 2024, namun bergeser karena perubahan desain—mulai dari 2025, 2026, hingga kini proyeksi menyentuh 2027.
Nantinya, tol ini diharapkan membuka pertumbuhan ekonomi dan pariwisata baru di Banten Selatan. Waktu tempuh Jakarta–Banten Selatan diperkirakan hanya 1–2 jam dari sebelumnya 3–4 jam. Ruas ini juga bakal jadi akses menuju KSPN Tanjung Lesung, Geopark Ujung Kulon, hingga Geopark Bayah Dome.
Banten Selatan sendiri dikenal sebagai sentra sumber daya alam seperti sawit, perikanan, dan industri semen. Kehadiran tol diklaim bakal memperkuat konektivitas logistik, barang, hingga jasa.
Manajer Pengembangan Sistem PT Wika Serang–Panimbang, Muhammad Albagir, menyebut progres konstruksi terus dipercepat.
“Progres Seksi 2 sudah 94,06 persen. Seksi 3A Cileles–Bojong 99,37 persen,” ungkap Albagir kepada media lewat sambungan telepon, Kamis (04/12/2025).
Ia menjelaskan sebagian paket di Seksi 3 masih menunggu pendanaan dalam negeri (PDN). Seksi 3B.2 sudah 50,07 persen, Seksi 3B.3 mencapai 31,82 persen, sementara Seksi 3B.1 dan 3B.4 masih menunggu proses PDN.
Meski Seksi 3A hampir tuntas, ruas tersebut belum dapat difungsikan karena beberapa pekerjaan di Seksi 3B berada di trase yang sama.
“Ada jembatan yang masih menunggu PDN,” terangnya.
Albagir juga menyebut Seksi 2 masih menunggu rampungnya pembebasan lahan yang ditarget selesai akhir Desember 2025 mendatang. (Red)



