PANDEGLANG, – Lahan Terminal Kadubanen dimanfaatkan sebagai lokasi pasar rakyat berupa wahana pasar malam komedi putar.
Selain menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, pemanfaatan lahan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar terminal.
Kepala Seksi Pengelola Terminal Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Pandeglang, Suhaedi Bule mengatakan pemanfaatan lahan terminal dilakukan melalui kerja sama dengan pengelola wahana hiburan dan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku.
“Pemanfaatan lahan ini tidak bertentangan dengan aturan dan menjadi salah satu upaya menambah sumber PAD, sekaligus membantu meningkatkan ekonomi UMKM masyarakat sekitar,” ungkap Suhaedi, S.Sos, M.Sos kepada media, Sabtu (24/1/2026).
Menurut dia, wahana pasar malam Komedi Putar tersebut beroperasi selama satu bulan, setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 23.00 WIB. Lokasinya yang berada di jalur Pandeglang–Rangkas dinilai strategis serta tidak mengganggu ketertiban, kebersihan, dan keindahan (K3).
“Kami menyediakan hiburan yang mudah diakses masyarakat, baik dari wilayah Pandeglang maupun Lebak,” kata Suhaedi.
Ia menambahkan, pada awal pembukaan wahana, pengelola juga menyalurkan santunan kepada anak yatim di lingkungan sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial.
“Alhamdulillah sebelum kegiatan Komedi Putar dimulai, kami bersama-sama melakukan ziarah makam di wilayah sekitar lokasi,” tutupnya.

Sementara itu, aktivis Badan Pemantau Pembangunan Provinsi Banten (BP3B), Tabrani, mengapresiasi langkah inovatif yang dilakukan pengelola Terminal Kadubanen. Menurut dia, pemanfaatan lahan terminal tersebut tidak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan PAD dan kesejahteraan pelaku UMKM.
“Kami mengapresiasi upaya pemanfaatan lahan fasilitas terminal ini karena dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Selain itu, lokasinya tidak mengganggu ketertiban umum, seperti yang kerap terjadi di alun-alun atau kawasan perkotaan lainnya,” kata Tabrani. (Red)

