BERITA HOT

Komisi IV DPRD Pandeglang Soroti Pelayanan Rawat Inap Puskesmas Saketi usai Dugaan Pelecehan Pasien

PANDEGLANG, –Komisi IV DPRD Kabupaten Pandeglang menyoroti pelayanan rawat inap di Puskesmas Saketi setelah muncul dugaan pelecehan terhadap seorang pasien oleh pasien lain yang videonya beredar di media sosial.

Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang Tubagus Udi Juhdi mengatakan peristiwa tersebut harus menjadi bahan evaluasi agar tidak kembali terulang. Menurut dia, fasilitas pelayanan kesehatan tidak hanya dituntut memberikan layanan medis, tetapi juga menjamin keamanan dan kenyamanan pasien selama menjalani perawatan.

“Persoalan yang terjadi di Puskesmas Saketi jangan sampai terjadi lagi. Pelayanan kesehatan harus menjadi prioritas utama pihak puskesmas,” kata Udi kepada wartawan, Rabu (29/7/2026).

Sebagai tindak lanjut, Komisi IV DPRD Pandeglang akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan pihak Puskesmas Saketi. Kepala puskesmas akan diminta memberikan penjelasan terkait dugaan insiden tersebut, termasuk sistem pelayanan dan pengawasan di ruang rawat inap.

“Kami akan segera mengagendakan pemanggilan Kepala Puskesmas Saketi agar tidak ada lagi kelalaian dalam pelayanan kepada pasien,” ujarnya.

Udi menambahkan, pihaknya masih menerima berbagai aduan masyarakat terkait pelayanan kesehatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Karena itu, DPRD memandang evaluasi terhadap sistem pelayanan perlu dilakukan secara menyeluruh agar kualitas layanan kepada masyarakat terus meningkat.

“Kami sering menerima keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan. Karena itu kami ingin mencari solusi agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Saketi Oman Firmansyah menyatakan siap memenuhi panggilan Komisi IV DPRD Pandeglang apabila diminta memberikan keterangan.

Menurut Oman, pihaknya telah menerapkan sejumlah langkah untuk memperketat pengamanan di ruang rawat inap, di antaranya membatasi jam kunjungan, memperketat jumlah penunggu pasien, serta meningkatkan pengawasan selama waktu kunjungan.

“Insya Allah kalau diminta keterangan oleh dewan saya hadir. Kami sudah meningkatkan pengamanan dengan membatasi jam kunjungan pasien rawat inap, memperketat jumlah penunggu pasien, serta memperketat pengawasan selama jam kunjungan,” kata Oman.

Komisi IV berharap evaluasi terhadap pelayanan dan sistem pengawasan di Puskesmas Saketi dapat menjadi langkah perbaikan guna mencegah terulangnya kejadian serupa serta menjamin keamanan dan kenyamanan pasien selama menjalani perawatan. (Red)

Deni

Recent Posts

BAPERA Banten Istighosah, Doakan 8 Korban Hilang di Selat Sunda

PANDEGLANG, – Suasana haru menyelimuti Posko SAR Carita, Pandeglang, Sabtu (12/9/2026) malam. Ratusan kader Barisan…

1 jam ago

Hari Kelima Pencarian 8 Orang Hilang, Basarnas Temukan Jeriken hingga Jaket Merah

PANDEGLANG, – Upaya pencarian lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) yang hilang kontak…

6 jam ago

Hari Kelima Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Kapolda Banten: Masih Nihil

PANDEGLANG, – Pencarian delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari kelima.…

9 jam ago

Hari Kelima, Wamen Komdigi Pantau Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda

PANDEGLANG, – Upaya mencari lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) yang hilang kontak…

11 jam ago

Waka II BAZNAS Banten Standby di Dapur Umum Posko Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK

PANDEGLANG, – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten turun tangan membantu operasi pencarian lima…

12 jam ago

JNI dan Aliansi Masyarakat Anti Matel Geruduk Kantor Adira Lebak

LEBAK, – Jurnalis Nasional Indonesia (JNI) Banten bersama Aliansi Masyarakat Anti Matel menggelar aksi unjuk…

1 hari ago