SERANG, –Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Banten menilai Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banten tidak kooperatif dalam menjalankan fungsi pembinaan kepemudaan.
KNPI menilai Dispora memiliki peran strategis sebagai wadah penyatuan potensi pemuda agar mampu berkontribusi di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, sosial, hingga pendidikan.
Bidang Kajian dan Aksi Strategis DPD KNPI Banten, Sopani Sky, menyayangkan sikap Dispora yang dinilai belum memahami perannya sebagai mitra pemuda. Menurutnya, Dispora tidak hanya bekerja untuk pemerintah daerah, tetapi juga harus menjadi motor penggerak kemajuan dan perubahan pemuda.
“Dispora seharusnya menjadi penggerak pembangunan sumber daya manusia (SDM) pemuda, baik di tingkat daerah maupun nasional,” kata Sopani.
Ia menyinggung kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi X yang digelar pada Rabu (4/2/2026) di lingkungan DPUPR. Agenda tersebut membahas kemajuan pembangunan pemuda, namun DPD KNPI Banten sebagai wadah organisasi kepemudaan tidak diundang.
“KNPI tidak dilibatkan dalam agenda tersebut,” ujarnya.
Bendahara DPD KNPI Banten, M Nasrudin, juga menyayangkan hal itu. Ia menilai forum tersebut seharusnya menjadi momentum bagi pemuda untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada anggota DPR RI.
“Banyak aspirasi pemuda yang seharusnya bisa disampaikan dalam forum itu,” kata Nasrudin.
Sementara itu, Anas menyebut sejumlah isu kepemudaan yang perlu mendapat perhatian, di antaranya peluang lapangan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta peningkatan kualitas SDM pemuda di Provinsi Banten.
KNPI Banten berharap Gubernur dan Wakil Gubernur Banten dapat mengevaluasi kinerja Dispora Provinsi Banten. Menurut mereka, struktur Dispora perlu diisi oleh pihak yang kompeten dan memahami persoalan kepemudaan. (Red)

