Oleh: H. Asep Mulyana alias Hajirocker
Dominasi Spanyol di sepak bola dunia tak hanya dapat dipandang sebagai capaian olahraga semata. Di balik keberhasilan itu, ada proses panjang membangun sistem, kualitas sumber daya manusia, dan budaya yang menghargai pengetahuan. Meski tidak memiliki hubungan sebab-akibat secara langsung, nilai-nilai tersebut mengingatkan pada perjalanan panjang peradaban Spanyol, termasuk masa Islam di Andalusia.
Sejarah memang tidak bisa disederhanakan. Namun, ada sejumlah pelajaran yang tetap relevan untuk dibaca dalam konteks masa kini.
Investasi Ilmu Melahirkan Peradaban
Pada masa Al-Andalus (711-1492), wilayah yang kini menjadi bagian dari Spanyol berkembang sebagai salah satu pusat ilmu pengetahuan dunia. Kota-kota seperti Córdoba, Granada, dan Sevilla dikenal sebagai pusat pendidikan, kedokteran, astronomi, matematika, hingga filsafat.
Kemajuan itu menunjukkan bahwa kejayaan tidak lahir dalam semalam. Ia dibangun melalui investasi jangka panjang pada pendidikan, riset, dan pengembangan manusia.
Keberagaman sebagai Modal Kemajuan
Dalam berbagai periode sejarah Andalusia, masyarakat Muslim, Kristen, dan Yahudi hidup berdampingan dengan dinamika yang berbeda-beda. Meski tidak selalu berlangsung harmonis, interaksi antarkelompok melahirkan perkembangan ilmu pengetahuan, seni, arsitektur, dan perdagangan.
Pelajarannya sederhana: keterbukaan terhadap gagasan dan kolaborasi lintas budaya dapat menjadi sumber inovasi.
Prestasi Dibangun oleh Sistem
Kesuksesan tim nasional Spanyol juga lahir dari proses yang panjang. Pembinaan usia dini, filosofi permainan yang konsisten, akademi sepak bola yang kuat, hingga regenerasi pemain menjadi fondasi utama keberhasilan mereka.
Nilai serupa juga tampak dalam sejarah Andalusia. Kemajuan kala itu tidak hanya bergantung pada figur pemimpin, tetapi ditopang oleh lembaga pendidikan, perpustakaan, pusat riset, dan tata kelola yang berkembang.
Artinya, sistem yang kuat akan melahirkan prestasi yang berkelanjutan.
Menghargai Sejarah sebagai Warisan
Spanyol modern tetap merawat berbagai peninggalan Islam seperti Alhambra di Granada maupun Masjid-Katedral Córdoba sebagai bagian dari warisan sejarah dan budaya.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa bangsa yang maju mampu menghargai seluruh lapisan sejarahnya, meski berasal dari masa dan kekuasaan yang berbeda.
Kejayaan Tak Pernah Abadi
Andalusia pernah menjadi salah satu pusat peradaban dunia sebelum mengalami kemunduran pada 1492. Berabad-abad kemudian, Spanyol bangkit dan menjadi salah satu kekuatan besar dalam sepak bola dunia.
Sejarah mengajarkan bahwa kejayaan maupun kemunduran merupakan bagian dari perjalanan sebuah bangsa. Yang membedakan adalah kemampuan untuk belajar, beradaptasi, dan membangun kembali.
Refleksi
Pada akhirnya, kemenangan Spanyol di lapangan hijau dapat menjadi pengingat bahwa prestasi besar lahir dari proses panjang.
Andalusia mewariskan kisah tentang pentingnya ilmu pengetahuan dan peradaban, sementara sepak bola modern menunjukkan bahwa disiplin, pembinaan yang konsisten, serta kerja kolektif mampu menghasilkan kejayaan. (*)
DEPOK, –Sengketa ketenagakerjaan yang disertai dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) berakhir…
PANDEGLANG, –Suasana haru mewarnai kunjungan Gubernur Banten Andra Soni ke SMK PGRI Pandeglang, Senin (20/7/2026).…
PANDEGLANG, – Ratusan anak dari berbagai wilayah di Kabupaten Pandeglang mengikuti Lomba Hari Anak Nasional…
TANGERANG, –Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten menyegel sejumlah perusahaan yang diduga menjadi…
SERANG, –DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Banten menggelar Dialog Keperempuanan bertajuk Mengembangkan Potensi…
PANDEGLANG, –Prediksi Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Pandeglang Yangto dan Ketua DPRD Pandeglang TB Agus…