PANDEGLANG, – Sebanyak 65 pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Kabupaten Pandeglang resmi dikukuhkan untuk masa bakti 2026–2031.
Di bawah kepemimpinan Dr. H. Yuliana Aristian,MPd ICMI Orda Pandeglang tidak ingin menjadi organisasi yang hanya ramai saat pelantikan, tetapi tampil sebagai motor penghasil gagasan dan pengawal kebijakan pembangunan di Pandeglang.
Pengurus yang dikukuhkan terdiri dari 13 bidang serta 11 Badan Pengurus Harian (BPH). Seluruh bidang akan langsung menyusun program kerja yang difokuskan pada persoalan-persoalan strategis daerah.

Ketua ICMI Orda Pandeglang, Dr. H. Yuliana Aristian mengatakan, pelantikan ini menjadi awal bagi ICMI untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah melalui kajian ilmiah dan rekomendasi kebijakan.
“ICMI dibentuk oleh almarhum B.J. Habibie sebagai wadah para cendekiawan Muslim. Di Pandeglang, kami ingin menghadirkan gagasan, kajian, dan masukan kepada pemerintah daerah demi kemajuan Pandeglang,” kata Yuliana kepada wartawan, Jumat (18/9/2026) usai dilantik.
Menurutnya, ICMI tidak mengejar banyaknya kegiatan seremonial. Organisasi ini justru akan mengukur keberhasilan dari program yang benar-benar berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semangat kami sederhana. Tidak harus banyak program, tetapi program yang dibuat harus hidup, berjalan, dan dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Dalam pidato usai pengukuhan, Yuliana menegaskan pelantikan bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan momentum menerima amanah untuk berpikir, mengabdi, dan melahirkan solusi bagi masyarakat.
Ia menyebut ICMI harus menjadi ruang berkumpulnya para cendekiawan lintas profesi, mulai dari ulama, akademisi, birokrat, tenaga kesehatan, pendidik, profesional, pengusaha, aktivis hingga generasi muda.
“ICMI tidak boleh berhenti pada diskusi dan kritik. Kami harus menawarkan solusi, menyusun rekomendasi kebijakan, dan memastikan hasil kajian bisa dimanfaatkan pemerintah maupun masyarakat,” tegasnya.

Usai dikukuhkan, seluruh bidang akan mengikuti rapat kerja untuk memetakan persoalan daerah sesuai bidang masing-masing. Mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, hukum, sosial hingga pembangunan.
Yuliana mengatakan setiap bidang diisi oleh orang-orang yang memiliki kompetensi sesuai keahliannya agar kajian yang dihasilkan berbasis ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.
“Pandeglang membutuhkan cendekiawan yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi mampu melahirkan solusi atas persoalan daerah. Itu yang ingin kami bangun melalui ICMI,” pungkasnya. (Red)


