BERITA HOT

Kanwil KemenHAM Banten Soroti Dugaan Kebocoran Kimia di PT Vopak Cilegon

CILEGON, – Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (Kanwil KemenHAM) Banten menyoroti dugaan kebocoran kimia yang ditandai dengan keluarnya asap kuning pekat dari area PT Vopak di Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Sabtu (31/1/2026).

Insiden tersebut dinilai berpotensi melanggar hak asasi manusia (HAM) apabila terbukti membahayakan kesehatan warga dan lingkungan sekitar.

Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil KemenHAM Banten, Erwin Firmansyah, SH, MH, C.Med  mengatakan bahwa kebocoran pabrik kimia tidak dapat dipandang semata-mata sebagai persoalan teknis.

“Dalam perspektif HAM, perusahaan merupakan pihak yang bertanggung jawab (duty bearer). Sementara itu, negara memiliki kewajiban utama untuk melakukan pengawasan serta melindungi warga negara,” ujar Erwin kepada wartawan, Sabtu (31/1/2026).

Erwin menjelaskan, perusahaan berkewajiban menerapkan standar keselamatan kerja, mencegah terjadinya kebocoran bahan berbahaya, serta melakukan pemulihan apabila insiden terjadi.

Di sisi lain, negara harus memastikan adanya pengawasan yang ketat, penegakan hukum, serta perlindungan terhadap masyarakat dari dampak kelalaian pelaku usaha.

Ia juga menekankan pentingnya pemenuhan hak atas pemulihan (right to remedy) bagi warga terdampak. Pemulihan tersebut meliputi layanan medis, pemberian ganti rugi atas kerugian materiil maupun immateriil, hingga pemulihan kondisi lingkungan.

Namun, Erwin mengakui bahwa dalam praktiknya korban kerap menghadapi hambatan dalam memperoleh keadilan akibat proses hukum yang panjang dan berbelit.

Sejalan dengan upaya pencegahan, pemerintah pusat telah memberikan izin prakarsa penyusunan Rancangan Peraturan Presiden (RPerpres) tentang Pelaksanaan Penilaian Kepatuhan Pelaku Usaha terhadap Bisnis dan Hak Asasi Manusia (BHAM) yang disusun oleh Kementerian HAM.

Regulasi tersebut diharapkan menjadi instrumen yang bersifat wajib dan mengikat bagi dunia usaha.

“Jika regulasi BHAM diterapkan secara tegas, perusahaan tidak bisa lagi menomorduakan HAM dalam menjalankan bisnis. Prinsip HAM harus menjadi bagian dari budaya industri modern,” kata Erwin.

Selain itu, Kanwil KemenHAM Banten mendorong dilakukannya investigasi menyeluruh untuk memastikan sumber dan penyebab insiden tersebut, termasuk kemungkinan adanya kesalahan manusia, kelalaian, kerusakan mesin, maupun kegagalan teknologi lainnya. (Red)

Editor (Deni)

Recent Posts

Pedagang Angsongan di Pandeglang Bentuk Paguyuban, Perkuat Solidaritas

PANDEGLANG, –Puluhan pedagang angsongan di wilayah Kabupaten Pandeglang membentuk Paguyuban Pedagang Angsongan sebagai wadah memperkuat…

18 menit ago

Pemprov Banten dan Bank Banten Raih Penghargaan Infobank 2026

SERANG, –Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama Bank Banten meraih penghargaan dalam ajang The Asian Post…

4 jam ago

Diam-diam Naik, Harga BBM Melonjak per Hari Ini

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai Sabtu,…

5 jam ago

Cegah Peredaran Narkoba, Polda Banten Razia Hiburan Malam di Serang

SERANG - Guna mencegah peredaran narkoba di wilayah hukum Polda Banten, Personel gabungan menggelar razia…

5 jam ago

Pegawai Bapenda Banten Akan Geruduk Rumah WP, Edukasi Pajak Secara Humanis

SERANG, –Pemprov Banten tancap gas ngejar target pendapatan daerah. Sebanyak 960 pegawai Badan Pendapatan Daerah…

6 jam ago

Open Turnamen Catur Dimyati Cup Akan Digelar di Pesona Curug Goong, Diikuti Atlet se-Banten

PANDEGLANG, –Pengelola objek wisata Pesona Curug Goong bekerja sama dengan Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Catur…

6 jam ago