PANDEGLANG, – Pembangunan jembatan di Jalan Raya Labuan–Pandeglang, tepatnya di Kampung Kananga, Kecamatan Cisata, menuai keluhan. Proyek tersebut memicu kemacetan panjang dan dinilai merugikan warga serta para pengusaha transportasi di Kabupaten Pandeglang.

Salah satu pengusaha bus, H. Cece Nurmansyah, menyayangkan minimnya koordinasi dan informasi dari pihak pelaksana proyek. Menurutnya, pekerjaan dilakukan tanpa pemberitahuan lebih dulu kepada masyarakat maupun pemangku kepentingan terkait.

“Pada prinsipnya kami mendukung pembangunan. Tapi caranya ini yang kami sesalkan. Tidak ada koordinasi dan pemberitahuan kepada masyarakat, termasuk kepada pihak-pihak terkait di Pandeglang,” ujar Cece kepada wartawan, Jumat (6/2/2026).

Cece menilai, sebelum proyek dimulai seharusnya ada sosialisasi kepada para pengguna Jalan Raya Labuan–Pandeglang, termasuk perusahaan transportasi yang terdampak langsung.

BACA JUGA :  ASN dan PPPK di Pandeglang Keluhkan Belum Gajian

“Harusnya diinformasikan dari awal. Jangan sampai masyarakat dan perusahaan dirugikan karena tidak tahu ada pekerjaan jalan. Ini dari pagi macet, tanpa informasi apa pun,” keluhnya.

Ia mengaku telah melaporkan kondisi tersebut kepada Kasat Lantas dan Ketua Organda setempat agar ke depan ada koordinasi yang lebih baik.

“Kami minta ke depan ada pemberitahuan dan koordinasi yang jelas, supaya tidak merugikan masyarakat maupun perusahaan transportasi,” tegasnya.

Keluhan serupa disampaikan Ketua Organda Provinsi Banten, H. Mustaghfirin. Ia membenarkan tidak adanya sosialisasi terkait pembangunan jembatan tersebut kepada Organda sebagai wadah para pengusaha transportasi.

“Mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran ke depan bagi para stakeholder terkait. Membangun jalan dan jembatan itu penting, tapi membangun informasi juga tidak kalah penting dan tidak sulit untuk dilakukan,” tandasnya. (Red)

BACA JUGA :  Ironis, Masa Iya Gaji PPPK Paruh Waktu di Pandeglang Hanya Rp500 ribu