PANDEGLANG, –Seorang jemaah, Tb Tata Sukirta bin Tb Marwan, meninggal dunia saat mengumandangkan azan menjelang salat Jumat di Masjid Jami Attaqwa, Kampung Mandalawangi, RT 02/RW 02, Desa Mandalawangi, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Tb Tata Sukirta sempat melantunkan azan sebelum tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri. Jemaah yang berada di lokasi kemudian memberikan pertolongan dan membawanya ke Puskesmas Mandalawangi.
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan, Tb Tata Sukirta dinyatakan meninggal dunia.

Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Kampung Mandalawangi, RT 03/RW 02, Desa Mandalawangi. Pada hari yang sama, sekitar pukul 16.30 WIB, almarhum dimakamkan di tempat pemakaman setempat.

Kepergian Tb Tata Sukirta mengundang duka bagi keluarga dan warga sekitar. Sejumlah warga turut mendoakan agar almarhum mendapat ampunan, rahmat, dan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Kanit Intel Polsek Mandalawangi, Aiptu Sukanda, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan informasi yang diterimanya berasal dari laporan Kepala Desa Mandalawangi yang disertai dokumentasi foto dan video kejadian.
“Iya benar. Berdasarkan laporan, saat sedang mengumandangkan azan ketika salat Jumat kemarin (3/7), yang bersangkutan tiba-tiba meninggal dunia. Jenazah juga langsung dimakamkan pada sore harinya,” kata Sukanda saat dihubungi wartawan, Minggu (5/7/2026).
Sukanda mengatakan, untuk informasi lebih rinci terkait kejadian tersebut dapat dikonfirmasi kepada Kepala Desa Mandalawangi.
Sementara itu, Kepala Desa Mandalawangi H. Azis Sahril membenarkan kejadian yang menimpa warganya tersebut sesuai yang diketahuinya dan almarhum langsung dikebumikan di pemakaman umum.
“Almarhum orang baik dan insyaallah Husnul Khotimah dan ahli syurga-Nya Allah SWT. Almarhum sempat dibawa ke puskesmas dan dinyatakan telah meninggal dunia,” katanya.
Almarhum meninggal seorang istri Tatu Fatimah dan tiga orang anak yakni Agus Syam Abdiguna, Tb.Al Kindri Indrayana dan Tb. Muhamad Ibnu Majjah. (Red)


