PANDEGLANG – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Masjid Agung Ar-Rahman, Kabupaten Pandeglang, ramai didatangi warga yang menunaikan zakat fitrah.
Layanan pembayaran zakat fitrah, baik dalam bentuk beras maupun uang, disediakan oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas masjid hingga malam terakhir Ramadan.
Petugas UPZ melayani umat yang membayar zakat fitrah, dengan pilihan beras 2,5 kilogram atau uang senilai Rp 40 ribu. Layanan ini dibuka sejak Jumat pekan lalu dan akan berlangsung hingga malam takbiran.
“Insyaallah, kami menerima zakat fitrah, infak, sedekah, zakat mal, dan fidyah sejak Jumat kemarin hingga malam takbiran. Pada malam itu juga, hasil penerimaan langsung didistribusikan kepada masyarakat sekitar,” kata Opa Musthofa, panitia UPZ Masjid Agung Ar-Rahman kepada wartawan, Jumat (19/3/2026).
Zakat yang terkumpul nantinya disalurkan kepada warga kurang mampu di sekitar Masjid, termasuk Kampung Keboncau, serta para fakir miskin dan pekerja di lingkungan masjid seperti pedagang asongan, tukang parkir, petugas kebersihan, hingga penjaga makam.
Menurut Opa, jumlah zakat yang terkumpul tahun ini masih dalam proses penghitungan, namun diperkirakan tidak jauh berbeda dengan 2025. Tahun lalu, zakat fitrah berbentuk beras tercatat 300 kantong dari 300 muzaki, sementara zakat fitrah uang diterima dari 26 muzaki dengan total Rp 1.082.000. Zakat mal dari dua orang tercatat Rp 1.300.000, dan infak-sedekah dari 83 orang mencapai Rp 753.000. Total penerimaan uang tahun lalu Rp 3.135.000.
Distribusi zakat fitrah beras tahun lalu menjangkau enam kampung sekitar masjid sebanyak 111 kantong, 101 kantong untuk warga lingkungan masjid, dan 72 kantong untuk sabilillah yang bertugas di masjid. Dana zakat, infak, dan sedekah uang digunakan untuk amil, operasional, dan bantuan guru ngaji. Biaya operasional seperti kantong dan amplop diambil dari infak, bukan zakat.
Antusiasme masyarakat menunaikan zakat fitrah di Masjid Agung Ar-Rahman cukup tinggi.
Para muzaki datang tidak hanya dari warga sekitar, tetapi juga dari pemudik dan pekerja kantoran. Opa menuturkan, posisi masjid di pusat aktivitas kabupaten membuat jangkauan zakat lebih luas.
“Masjid Agung ini masjid kabupaten. Banyak pemudik singgah, melihat spanduk layanan zakat, dan akhirnya menunaikan kewajibannya di sini. Zakat fitrah bukan sekadar kewajiban, tapi juga sarana berbagi kebahagiaan menjelang Idul Fitri,” tuturnya. (Red)
TANGERANG, –Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari…
CILEGON, –Provinsi Banten menjadi salah satu tujuan migrasi penduduk dari berbagai daerah karena dinilai memiliki…
SERANG, –Gubernur Banten Andra Soni tak mau generasi muda terseret arus negatif dunia digital. Ia…
SERANG, –Federasi Hockey Indonesia (FHI) Provinsi Banten menggelar Musyawarah Luar Biasa (Muslub) di Aula Pondok…
PANDEGLANG, –Ketua LSM Hijau Persada, Oman, tak cuma bicara soal lingkungan. Ia turun langsung ikut…
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengidentifikasi delapan potensi korupsi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi…