PANDEGLANG, –Ruas Jalan Raya Labuan-Pandeglang, tepatnya di jalur Cipacung-Gardutanjak hingga Tenjolaya-Lampu Merah Kadubanen, kembali diperbaiki akibat kerusakan jalan. Aktivis menilai perbaikan yang terus berulang tidak akan menyelesaikan persoalan jika truk sumbu tiga bermuatan berlebih masih melintas ke wilayah tersebut.
Aktivis Pergerakan Pemuda Pelajar Pandeglang (P4), Arip Wahyudin, mengatakan perbaikan jalan yang dilakukan DPUPR Provinsi Banten hanya akan menghabiskan anggaran apabila penyebab kerusakan tidak ditangani.
“Sudah belasan kali UPTD Bina Marga DPUPR Provinsi Banten memperbaiki ruas Jalan Cipacung-Gardutanjak yang amblas dan berlubang akibat dilintasi truk-truk sumbu tiga. Kalau penyebab utamanya tidak ditindak, perbaikan ini hanya menghabiskan anggaran,” kata Arip kepada wartawan, Rabu (1/7/2026).
Menurut Arip, kerusakan jalan diduga dipicu truk pengangkut pasir dari Jalupang, Kabupaten Lebak, yang melintas menuju kawasan perkotaan Pandeglang dengan muatan diduga melebihi batas tonase.
Ia meminta Dinas Perhubungan, kepolisian, dan instansi terkait menertibkan kendaraan yang diduga melanggar ketentuan batas muatan.

Arip mengaku masih melihat belasan truk sumbu tiga beroperasi setiap malam. Menurut dia, truk-truk tersebut berjejer mulai sekitar pukul 20.00 WIB di kawasan Lapangan Sukarela hingga depan Hotel S Rizky Pandeglang sebelum melanjutkan perjalanan.
“Keluhan masyarakat sudah banyak. Tapi sampai sekarang seolah tidak ada tindakan tegas. Ada apa? Kenapa tidak berani menindak, padahal diduga sudah melanggar Perbup dan Pergub,” ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, DPUPR Provinsi Banten belum memberikan keterangan terkait perbaikan jalan yang berulang di ruas tersebut.
Sementara itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Pandeglang dan Satlantas Polres Pandeglang juga belum memberikan tanggapan saat dimintai konfirmasi. (Red)


