PANDEGLANG, – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pandeglang pada 2025 tercatat mencapai 71,84. Angka tersebut naik 0,96 poin atau 1,35% dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian ini menempatkan IPM Pandeglang dalam kategori baik. Bahkan, laju pertumbuhan IPM Pandeglang menjadi yang tertinggi di Provinsi Banten sepanjang 2025.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang Achmad Widijanto mengatakan peningkatan IPM tersebut didorong oleh membaiknya seluruh indikator penyusun.
Dari dimensi kesehatan, Umur Harapan Hidup (UHH) penduduk Pandeglang tercatat 74,56 tahun. Angka ini meningkat 0,34 tahun atau 0,46% dibandingkan 2024.
“Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata periode 2020–2024 yang sebesar 0,38%,” kata Widijanto dalam siaran pers, Sabtu (10/1/2026).
Sementara dari dimensi standar hidup layak, pengeluaran riil per kapita penduduk Pandeglang per tahun mencapai Rp 9,92 juta. Nilai tersebut meningkat Rp 349 ribu atau 3,64% dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pertumbuhan ini juga melampaui rata-rata periode 2020–2024 yang sebesar 2,81%,” ujarnya.
Dari dimensi pengetahuan, indikator Harapan Lama Sekolah (HLS) naik 0,01 tahun atau 0,07% dibandingkan 2024. Namun, pertumbuhannya masih di bawah rata-rata periode 2020–2024 yang mencapai 0,50%.
Peningkatan lebih besar terjadi pada indikator Rata-rata Lama Sekolah (RLS) yang naik 0,34 tahun atau 4,75%. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan periode 2020–2024 yang hanya 0,21%.
Meski menunjukkan tren positif, secara peringkat IPM Pandeglang masih tertinggal di tingkat provinsi. Saat ini, Pandeglang berada di peringkat ketujuh dari delapan kabupaten/kota di Banten, atau satu tingkat di atas Kabupaten Lebak dengan IPM 69,24.
IPM Pandeglang juga masih berada di bawah rata-rata IPM Provinsi Banten yang tercatat sebesar 77,25. (Red)

