PANDEGLANG, –Hasil penilaian Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) cabang solo vokal tingkat Kabupaten Pandeglang 2026 menuai sorotan publik. Warganet mempertanyakan objektivitas dewan juri usai video komparasi penampilan peserta viral di media sosial.
Sorotan itu muncul setelah akun Instagram @infosodong mengunggah video perbandingan penampilan para pemenang lomba.
Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan narasi, “Nada boleh fals, tapi penilaian jangan sampai bikin publik ikut sumbang.”
Unggahan itu langsung ramai dikomentari netizen. Banyak yang menilai hasil akhir lomba tidak sesuai dengan kualitas penampilan peserta yang terlihat dalam video.
Dalam hasil resmi lomba, posisi juara ditempati:
– Juara 1: SMPN 4 Pandeglang
– Juara 2: SMPN 1 Mandalawangi
– Juara 3: SMP Mathla’ul Anwar Global School
Namun, hasil tersebut justru memicu perdebatan. Sejumlah warganet menilai peserta yang meraih juara 3 tampil lebih baik, baik dari segi teknik vokal, kestabilan nada, maupun penghayatan lagu.
“Bagusan juara 3 ihh menurutku lebih masuk di telinga,” tulis salah satu netizen.
Komentar serupa juga bermunculan.
“Juara 3 enak banget suaranya, ekspresinya dapet juga,” tulis pengguna lainnya.
Tak sedikit pula yang mempertanyakan kualitas penilaian dewan juri.
“Telinga awam aja bisa bedain ini sih,” komentar salah satu akun.
Ada juga komentar bernada sindiran yang ramai diperbincangkan.
“Malu sama yang ngerti musik, aku aja nggak ngerti musik bisa nilai,” tulis netizen lainnya.
Bahkan, beberapa warganet secara terbuka menyinggung kredibilitas proses penjurian.
“Ini jurinya kompeten nggak sih atau jangan-jangan disogok kali,” tulis salah satu pengguna Instagram.
Komentar satire juga muncul dalam diskusi tersebut.
“Semoga lomba-lomba itu harusnya live, netizen adalah juri yang paling jujur,” tulis akun lain.
Sementara itu, komentar lain menyebut polemik serupa dinilai bukan pertama kali terjadi dalam ajang FLS3N.
“Sudah tidak kaget dengan FLS3N yang bagus kalah,” tulis netizen.
Ramainya respons publik membuat sejumlah warganet mendesak panitia dan dewan juri memberikan penjelasan terbuka terkait indikator penilaian yang digunakan. Mulai dari aspek teknik vokal, artikulasi, improvisasi, ekspresi panggung, hingga interpretasi lagu.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak panitia maupun dewan juri terkait polemik tersebut. (Yus)
TANGERANG, –Pemerintah Provinsi Banten bersama Pemerintah Kota Tangerang dan komunitas Banksasuci Foundation menggelar aksi bersih-bersih…
PANDEGLANG, –Polres Pandeglang menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) Kasat Lantas di Aula Polres Pandeglang,…
SERANG, –Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEM) UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH)…
SERANG, –Gubernur Andra Soni mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap persoalan sampah demi menciptakan lingkungan…
PANDEGLANG, –Forum KDKMP Desa/Kelurahan Merah Putih Kabupaten Pandeglang mendesak DPRD Pandeglang segera membentuk panitia khusus…
PANDEGLANG, - Anggota DPRD Pandeglang dari Fraksi PKB, Kumaedi, SE menyampaikan materi financial literacy atau…