SERANG, –Gubernur Banten, Andra Soni mengungkapkan, sebanyak 55 persen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Provinsi Banten sudah memiliki lahan untuk pembangunan gerai.
Dari total 1.551 unit koperasi yang ditargetkan beroperasi, sebanyak 647 unit sudah berjalan dan melayani masyarakat.
Hal itu disampaikan Andra Soni dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Deden Apriandhi pada kegiatan Kolaborasi Koperasi Desa Merah Putih Ranjeng dengan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako Menuju Kemandirian Ekonomi di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Selasa (24/2/2026).
Hadir dalam acara tersebut Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sujatmiko, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, serta Menteri Koperasi Ferry Juliantono.
“Capaian ini menunjukkan komitmen dan kesiapan daerah dalam mendukung percepatan pembangunan gerai Koperasi Merah Putih di Banten,” tegas Andra.
Secara rinci, 55 persen itu setara dengan 847 koperasi yang sudah memiliki lahan. Sementara 704 lokasi lainnya masih dalam proses pendataan karena belum memiliki lahan.
Untuk progres per daerah, Kabupaten Serang memiliki 326 unit koperasi dengan pendataan lahan 48 persen. Kota Serang mencatat 87 persen. Kota Tangerang Selatan masih terendah, yakni 11 persen. Kabupaten Tangerang 28 persen dan Kota Tangerang 30 persen. Sementara Kabupaten Lebak sudah 78 persen, Kota Cilegon 72 persen, dan Kabupaten Pandeglang 61 persen.
Koperasi Merah Putih Desa Ranjeng sendiri menjadi koperasi percontohan nasional. Koperasi ini dinilai memiliki manajemen dan unit usaha yang lengkap, bahkan disebut sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia.
“Kami optimistis KDMP akan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Budiman Sujatmiko menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan. Sejumlah program disiapkan, mulai dari Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, BUMDes, Makan Bergizi Gratis (MBG), program tiga juta rumah subsidi, Cek Kesehatan Gratis (CKG), hingga Kampung Nelayan.
“Program kerakyatan ini dijalankan secara sistematis, terstruktur, masif, dan berskala besar,” kata Budiman.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menambahkan, negara harus hadir melindungi masyarakat miskin. Menurutnya, pembangunan ekonomi harus berpihak kepada rakyat kecil.
“Harus ada keberpihakan kepada masyarakat bawah,” tegasnya.
Senada, Menteri Koperasi Ferry Juliantono berharap Koperasi Merah Putih menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Bahkan, kata dia, koperasi bisa bersaing dengan ritel modern.
“Masyarakat bukan hanya jadi konsumen, tapi juga pemilik. Uang yang beredar akan kembali ke anggota,” tandasnya. (Red)
TANGERANG, –Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendorong perusahaan-perusahaan di Banten segera membentuk Unit…
BANTEN, –Pulau Umang di Kabupaten Pandeglang jadi sorotan usai viral kabar penjualan pulau tersebut di…
PANDEGLANG, –Komunitas Driver Elf Mania Indonesia (KDEMI) Provinsi Banten menggelar musyawarah pemilihan ketua di Markas…
SERANG - Sebanyak 200 korba penipuan dan penggelapan dana nasabah pada Koperasi Baitul Ma'al Watamwil…
SERANG - Laga Super League antara Dewa United Banten FC melawan Persib Bandung, akan digelar…
SERANG, –Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Banten tahun 2025 tercatat mencapai 77,25 poin. Angka ini…