SERANG, –Gubernur Banten Andra Soni menegaskan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Quran. Lebih dari itu, MTQ menjadi sarana syiar Islam untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Quran, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta mempererat persatuan masyarakat.
“MTQ merupakan bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berjalan seiring dengan pembangunan fisik dan ekonomi,” kata Andra saat membuka MTQ ke-23 Provinsi Banten 2026 di halaman Masjid Raya Al Bantani, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (6/7/2026) malam.
Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga kualitas moral, spiritual, serta karakter masyarakat.
“MTQ adalah investasi jangka panjang untuk membangun masyarakat yang religius, cerdas, produktif, dan berintegritas,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Andra juga mengungkapkan Pemprov Banten mulai tahun ajaran 2026/2027 memperluas program sekolah gratis ke madrasah aliyah swasta dengan kuota 10 ribu siswa.
Ia menyebut kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat sekaligus pengakuan atas peran strategis madrasah dalam mencetak generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, berakhlak mulia, dan memiliki kecintaan terhadap Al-Quran.
“Program ini diharapkan meningkatkan angka partisipasi pendidikan, meringankan beban masyarakat, memperkuat literasi Al-Quran, serta melahirkan generasi Qurani yang cerdas, berprestasi, moderat, dan menjadi teladan,” katanya.
Andra berpesan agar para peserta tidak hanya mengejar prestasi dalam perlombaan, tetapi juga menjadikan MTQ sebagai sarana memperkuat akhlak dan menginspirasi masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.
“MTQ harus menjadi gerakan bersama membangun masyarakat Qurani yang gemar membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Quran,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar yang diwakili Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad mengapresiasi pelaksanaan pembukaan MTQ ke-23 Provinsi Banten.
“Ini MTQ provinsi paling meriah yang pernah saya hadiri,” ujarnya.
Menurut Abu Rokhmad, MTQ merupakan salah satu instrumen pemerintah bersama masyarakat untuk menanamkan nilai-nilai Al-Quran melalui kompetisi yang edukatif.
“Semoga MTQ menjadi sarana masyarakat semakin memahami dan mencintai Al-Quran,” katanya.

Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Banten Deden Apriandhi mengatakan MTQ ke-23 menjadi momentum membumikan Al-Quran, meningkatkan literasi Al-Quran masyarakat, sekaligus menyeleksi kafilah terbaik Banten menuju MTQ tingkat nasional.
MTQ ke-23 Provinsi Banten berlangsung pada 6–10 Juli 2026 dan diikuti 477 peserta dari delapan kabupaten/kota. Sebanyak 144 dewan hakim bertugas menilai seluruh cabang perlombaan.
“Kami berharap seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas dan ukhuwah Islamiyah selama mengikuti musabaqah,” ujar Deden. (Red)


