JAKARTA, – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menggelar rapat harian untuk membahas dinamika internal organisasi. Rapat yang dipimpin Ketua Umum DPP KNPI, Ali Hanafiah, menghasilkan keputusan penting berupa pemberhentian dua pengurus pusat.

Ali Hanafiah menegaskan kepemimpinannya sah berdasarkan hasil Kongres XVII KNPI yang digelar pada 28 Oktober 2024 di Hotel Le Dian, Serang, Banten. Ia menyebut rapat tersebut digelar untuk memperkuat soliditas organisasi serta memastikan roda organisasi berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

“KNPI harus dijalankan secara tertib dan profesional. Tidak boleh ugal-ugalan apalagi main-main, karena itu mencederai marwah organisasi,” kata Ali Hanafiah dalam rapat, Kamis (8/1/2026).

BACA JUGA :  Pemkab Lebak Tangani Ruas Jalan Rangkasbitung–Gajrug Rp10,6 Miliar

Dalam sidang pleno, DPP KNPI memutuskan memberhentikan Ilyas Indra dari jabatan Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) serta Saad Budiman Lubis dari posisi Ketua Organisasi Kemasyarakatan dan Kepemudaan (OKK).

Keduanya dinilai telah melampaui kewenangan organisasi, termasuk terkait penyelenggaraan Musda lanjutan tanpa sepengetahuan ketua umum hingga pelaksanaan Kongres Luar Biasa di Surabaya.

Sebagai pengganti, DPP KNPI menunjuk Rani Fadh A Rafiq sebagai Ketua MPI dan Ahmad Jayani sebagai Ketua OKK. Pengangkatan ini disebut sebagai langkah penyegaran struktur organisasi sekaligus penegasan legitimasi kepemimpinan Ali Hanafiah.

Para pengurus yang hadir menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan tersebut dan siap merapatkan barisan di bawah kepemimpinan Ali Hanafiah. Mereka juga menegaskan komitmen menjaga persatuan pemuda Indonesia.

BACA JUGA :  Bangga! 25 Siswa SMP Islam Al Azhar BSD Wakili Sekolah di Forum Internasional AWMUN Bali 2025

“Kami hanya ingin membangun pemuda Indonesia. Kami akan melawan segala upaya yang memecah belah,” ujar salah satu pengurus.

DPP KNPI menegaskan langkah ini diambil agar organisasi tetap fokus pada agenda pemberdayaan pemuda dan kontribusi terhadap pembangunan nasional, di tengah dinamika internal yang terus berkembang. (Red)