PANDEGLANG, –DPD KNPI Kabupaten Pandeglang menggelar diskusi publik dan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita di Caffe Rumah Kemasan, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (23/5/2026) malam. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2026.
Acara yang berlangsung sejak pukul 20.00 WIB hingga dini hari itu menghadirkan sejumlah akademisi, aktivis lingkungan dan HAM, masyarakat adat Pandeglang, hingga berbagai unsur organisasi kepemudaan dan mahasiswa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Kesbangpol dan Dinas Koperasi, Cipayung Plus Pandeglang, insan pers, komunitas pecinta alam, unsur Polres Pandeglang, serta Kodim 0601 Pandeglang.
Ketua Pelaksana kegiatan, Entis Sumantri, mengatakan diskusi dan nobar tersebut menjadi ruang bertemunya berbagai elemen masyarakat untuk membahas tantangan pembangunan daerah yang terus berkembang.
“Dunia saat ini berada dalam situasi ketidakpastian pangan dan energi akibat perubahan iklim, perang geopolitik, dan gangguan rantai pasok global. Indonesia tentu tidak dapat berdiri di luar arus besar tersebut karena kebutuhan pangan dan energi nasional terus meningkat setiap tahun. Hal ini juga menjadi tantangan bagi Kabupaten Pandeglang, sehingga kita harus banyak belajar dari Papua,” kata Entis dalam keterangannya.
Entis juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Atas nama jajaran pengurus DPD KNPI Kabupaten Pandeglang periode 2025-2029, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan diskusi dan nobar ini sehingga berjalan aman, damai, dan kondusif,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan itu diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kabupaten Pandeglang, Saepudin, mengatakan tema kegiatan “Membaca Kembali antara Pembangunan dan Jalan Tengah Keadilan Sosial, Menjaga Bumi dari Ketamakan dan Kekuasaan” menjadi refleksi atas tantangan pembangunan di daerah.
“Tema ini menggambarkan tantangan pembangunan di Kabupaten Pandeglang, terutama yang berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan, perlindungan masyarakat adat, serta potensi ketimpangan sosial,” ujarnya.
Saepudin menegaskan KNPI harus menjadi ruang dialog yang sehat dalam menyikapi berbagai persoalan pembangunan.
“Pembangunan daerah harus berjalan, tetapi tidak boleh meninggalkan nilai kemanusiaan, keberlanjutan lingkungan, dan suara masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan film dokumenter Pesta Babi dipilih karena dinilai mampu memberikan perspektif kritis mengenai hubungan kekuasaan, kapitalisme, dan pengelolaan sumber daya alam dalam proses pembangunan.
Diskusi berlangsung hangat dengan membahas sejumlah isu strategis, mulai dari ekspansi pembangunan, konflik agraria, edukasi lingkungan, hingga perlunya kebijakan daerah yang lebih inklusif dan berpihak kepada masyarakat.
Pemantik diskusi, Ahmad Syafa’at, turut mengulas konteks lokal Pandeglang dalam dinamika pembangunan dan lingkungan.
Salah satu narasumber, dosen STISIP Banten Raya Ari Supriadi, mengatakan film dokumenter tersebut harus dipahami sebagai bentuk kritik dan masukan masyarakat terhadap pemerintah.
“Pemerintah tidak boleh alergi terhadap kritik yang disampaikan melalui berbagai saluran, baik media massa, aksi unjuk rasa, seni, musik, maupun film,” ujarnya.
Menurut Ari, kritik terhadap kebijakan publik seharusnya dijawab dengan argumentasi dan narasi yang terbuka, bukan dengan intimidasi atau pembungkaman.
“Kebijakan publik harus disusun secara rasional, komprehensif, melibatkan masyarakat secara penuh, dan mengedepankan keberlanjutan lingkungan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Badan Kesbangpol Kabupaten Pandeglang, Berlyana Henny, mengapresiasi kegiatan yang digelar DPD KNPI Pandeglang tersebut.
“Kami dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang mengucapkan terima kasih kepada DPD KNPI Pandeglang yang telah memfasilitasi diskusi dan nobar film ini,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, DPD KNPI Pandeglang berharap dapat mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif dan partisipasi aktif pemuda dalam merumuskan gagasan pembangunan daerah yang adil, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. (Red)
PANDEGLANG, –Menjelang masa purna tugas sebagai Sekretaris DPRD Kabupaten Pandeglang, Suhaedi Kurdiatna menegaskan semangat pengabdiannya…
SERANG - Menyikapi beredarnya isu dan video yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat terkait…
PANDEGLANG, –Satreskrim Polres Pandeglang mengungkap kasus dugaan pembunuhan akibat pengeroyokan yang terjadi di Kampung Ciwangun,…
SERANG - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 hijriyah, Kepolisian Daerah Banten menyalurkan sebanyak 70…
SERANG, –Ketua Forum Komunikasi Badan Permusyawaratan Desa (FK-BPD) Kabupaten Pandeglang sekaligus Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan…
SERANG, –Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa…