Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Banten, Achmad Dimyati Natakusumah menyampaikan bahwa peran guru sangat penting dalam membentuk kesuksesan seseorang.
Hal itu disampaikan kepada awak media, usai menghadiri acara Rapat pimpinan kabupaten (Rapimkab) ke-I PGRI Kabupaten Pandeglang masa bakti XXIII tahun 2025-2030 di S’Rizky Pandeglang, Rabu (27/08/2025).
Dimyati mengatakan, peran guru adalah kunci sukses seseorang dalam menempuh pendidikan. Maka itu pentingnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) untuk meningkatkan mutu pendidikan, memberikan pelatihan dan menjadi ruang silaturahmi antar guru yang ada di Kabupaten Pandeglang.
“Bicara soal guru dan bicara PGRI, rasanya wajib. Karena saya bisa sukses itu juga berkat guru,” ungkap Wagub Dimyati.
Dimyati mengatakan, kesuksesan seseorang tidak bisa dilepaskan dari peran guru, baik sebagai pemberi ilmu, pembangun jaringan, maupun pembimbing.
“Satu, ilmu yang bermanfaat. Kedua, networking atau jaringan yang dibangun lewat guru dan komunitas. Ketiga, mentor atau pembimbing, dan itu juga guru. Jadi suksesnya seseorang, jadi menteri, gubernur, atau pemimpin, itu tidak terlepas dari peran guru,” katanya.
Ia juga menilai, bahwa guru yang baik bukan hanya sekadar mengajar, tetapi juga memiliki dedikasi, kredibilitas, dan integritas serta semangat melayani.
“Kalau sudah melayani, maka ia bisa membentuk kemandirian peserta didik. Itu yang membedakan kualitas seorang guru,” ujarnya.

Dimyati menekankan, bahwa PGRI sebagai organisasi besar harus hadir melindungi para guru. Karena, guru kerap menghadapi berbagai persoalan, mulai dari kritik wali murid, tudingan masyarakat, hingga tekanan karena cara mengajar yang dianggap keras atau tugas yang terlalu berat.
“Padahal semua itu niatnya baik, untuk mendidik. Tapi sering disalahartikan. Maka PGRI harus menjadi wadah untuk melindungi para guru,” tandasnya.
Ian juga menekankan, pentingnya PGRI meningkatkan mutu pendidikan, memberikan pelatihan, serta menjadi ruang silaturahmi antar guru.
“Forum seperti ini bisa mengumpulkan pemikiran, informasi, dan rencana-rencana strategis dalam peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Pandeglang,” tegasnya.
Ditambahkannya, soal kesejahteraan guru juga masih perlu ditingkatkan.
“Kalau guru sejahtera, mereka bisa sehat lahir batin dan fokus mendidik. Kalau tidak, guru bisa tertekan, stres, bahkan sakit. Jadi kesejahteraan guru harus benar-benar diperhatikan,” imbuhnya.
Sementara Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani pada kesempatan itu mengatakan, bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum penting untuk merumuskan langkah strategis organisasi guru.
“Bagaimana menyatukan visi dan misi PGRI serta memperkuat peran guru dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah. Kami juga ingin solidaritas antar guru tetap terjalin,” kata Raden Dewi dalam sambutannya.
Bupati Dewi yang sempat menjadi Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Pandeglang ini juga mengingatkan, agar PGRI tidak terpecah oleh pihak-pihak yang ingin melemahkan organisasi guru.
“PGRI ini adalah umat besarnya para guru yang harus kita jaga,” tandasnya.
Menurut Dewi, tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks. Di era globalisasi, pendidikan dituntut untuk inovatif, kreatif, sekaligus membentuk karakter peserta didik. Guru, kata Dewi, menjadi garda terdepan dalam menghadapi perubahan zaman.
“Oleh karena itu, PGRI diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengimplementasikan kebijakan mutu pendidikan, sekaligus memperkuat kapasitas dan profesionalisme guru,” ujarnya.
Dewi berharap, para pengurus PGRI yang terpilih dari ribuan guru di Pandeglang agar menjadi teladan.
“Jangan ada lagi guru yang malas-malasan atau tidak tahu persoalan di wilayahnya masing-masing,” harapnya.
“Pemkab Pandeglang akan terus mendukung program PGRI, baik pengembangan kompetensi, peningkatan kesejahteraan, maupun penguatan organisasi di masyarakat,” pungkasnya. (Red)



