TANGERANG, – Pemerintah Provinsi Banten sukses menekan angka kasus Tuberkulosis (TBC) hingga menarik perhatian Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus bahkan datang langsung ke Banten untuk mempelajari strategi daerah ini yang dinilai paling efektif di Indonesia.
Kunjungan tersebut berlangsung di Aula Lantai 3 Kantor Wali Kota Tangerang, Selasa (11/11/2025). Hadir Gubernur Banten Andra Soni, pejabat daerah, tenaga kesehatan, kader puskesmas, serta perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
*Deteksi Dini Jadi Kunci*
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan capaian Banten bukan karena banyaknya kasus TBC, tapi karena keberhasilan deteksi dini dan pengobatan.
“Justru kita harus berbangga, karena semakin banyak pasien ditemukan dan diobati hingga sembuh,” ujar Andra.
Menurutnya, hasil ini adalah buah kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga medis, fasilitas kesehatan, dan masyarakat. Program Temui, Obati, Sampai Sembuh (TOSS) yang baru diluncurkan menjadi langkah nyata menuju eliminasi TBC hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
“Kalau Banten bisa, Indonesia pun bisa. Bersama-sama kita wujudkan Indonesia bebas TBC,” tegasnya.
Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus memuji capaian Banten yang disebut paling tinggi di Indonesia. Ia menyebut Banten sebagai satu-satunya provinsi yang berhasil melampaui target nasional dalam penemuan kasus dan terapi pencegahan TBC.
“Capaian Banten luar biasa dan menjadi yang tertinggi di Indonesia,” kata Benjamin.
Sebagai contoh, terapi pencegahan TBC di Kota Tangerang mencapai 92 persen, jauh di atas target nasional 72 persen. Tak hanya itu, 52 persen anggota keluarga pasien juga mendapat terapi pencegahan—sementara rata-rata nasional masih di bawah 10 persen.
Benjamin menambahkan, keberhasilan ini merupakan hasil kerja lintas sektor. Upaya pemberantasan TBC, katanya, tidak hanya tanggung jawab bidang kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan faktor sosial dan ekonomi.
Kemenkes pun berencana menggandeng Kementerian Sosial, pemerintah desa, serta TNI dan Polri dalam memperkuat strategi eliminasi TBC nasional.
Kepala Dinas Kesehatan Banten, Ati Pramudji Hastuti, mengungkapkan tingkat deteksi kasus TBC di Banten sudah mencapai lebih dari 93 persen dari estimasi 50.298 kasus—melampaui target nasional.
Capaian ini didorong oleh komitmen pemerintah daerah hingga tingkat desa dan ribuan kader TBC yang aktif melakukan penemuan kasus secara jemput bola. Setiap desa dan kelurahan di Banten kini menjadi Desa/Kelurahan Siaga TBC, dengan minimal lima kader aktif.
Beberapa inovasi layanan turut mempercepat eliminasi TBC, seperti program Ngider TB, Grebek TBC, Ransel TBC, dan KAJEDAK.
“Program-program ini berkontribusi besar terhadap percepatan eliminasi TBC di Banten,” ujar Ati.
*Apresiasi dari Kemenkes*
Atas keberhasilan tersebut, Kemenkes akan memberikan penghargaan khusus bagi Pemprov Banten pada peringatan Hari Kesehatan Nasional.
Pemerintah pusat juga akan menyalurkan 24 unit alat portable rontgen untuk memperkuat deteksi dini, serta dukungan dana melalui DAK dan BOK untuk memperluas layanan pemeriksaan TCM di puskesmas. (Red)



