SERANG, – Pemerintah Provinsi Banten menaikkan alokasi Bantuan Keuangan (Bankeu) desa pada tahun anggaran 2026 ini, menjadi Rp120 juta per desa.

Angka ini naik sebesar Rp20 juta dari tahun sebelumnya yang hanya Rp100 juta. Kebijakan ini berlaku untuk 1.273 desa se-Banten.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, bahwa desa merupakan tulang punggung pembangunan. Kenaikan anggaran ini bertujuan untuk mempercepat perekonomian desa, terutama untuk perbaikan infrastruktur jalan desa dan peningkatan pelayanan publik.

“Kalau sebelumnya Rp100 juta, tahun 2026 kita naikkan jadi Rp120 juta per desa. Ini untuk mendorong pembangunan yang lebih masif di tingkat desa,” kata Andra kepada awak media, Rabu 6 Mei 2026.

BACA JUGA :  Pemprov Banten Rotasi 132 Pejabat Eselon III dan IV Usai Lebaran

Dikatakan Andra, adapun untuk skema penggunaannya akan dibagi kedalam dua porsi yakni 50 persen untuk program mandatori dari Pemprov Banten, dan 50 lagi ditentukan desa sesuai kebutuhan prioritas masing-masing.

“Fokus ke Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang. Namun penekanannya berbeda, Pandeglang diprioritaskan ke wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem yang masih tinggi. Dana diharapkan dipakai untuk infrastruktur dasar dan program pengentasan kemiskinan,” ungkapnya.

“Sementara, di Kabupaten Serang, Pemprov menekankan sinkronisasi pembangunan desa dengan kawasan industri. Desa didorong menyiapkan sarana prasarana penunjang ekonomi agar bisa menangkap dampak positif industri,” sambungnya.

Dijelaskan Andra, adapun target utama dari program ini yaitu untuk mengikis disparitas antara Banten Selatan dengan Banten Utara.

BACA JUGA :  Banyak Pejabat Yang Tak Efektif, Andra-Dimyati Segera Lakukan Rombak Kabinet

“Total kucuran Bankeu 2026 mencapai Rp152,76 miliar untuk 1.273 desa. Pemprov Banten berharap kenaikan ini bisa mengikis disparitas pembangunan antara Banten Selatan dan Banten Utara,” jelasnya.

Lebih lanjut Andra berharap dengan diluncurkannya Bantuan Keuangan (Bankeu) ini desa-desa yang ada di Provinsi Banten bisa lebih mandiri dan berkembang.

“Harapannya kemandirian desa bisa terdorong merata. Tidak ada lagi desa yang tertinggal jauh,” harapnya. (Aldo Marantika)