PANDEGLANG, – Media sosial dihebohkan dengan beredarnya foto seorang siswa kelas 2 SDN Rancapinang 2, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, yang diduga menjadi korban bullying oleh kakak kelasnya. Korban berinisial MF disebut dimasukkan ke dalam karung lalu diceburkan ke sawah hingga tubuhnya penuh lumpur.
Ibu korban, Mulyanti, menceritakan kronologi kejadian kepada wartawan. Peristiwa terjadi pada Sabtu (29/11/2025) pagi. Saat itu ia menyuruh anaknya berangkat sekolah. Tak lama kemudian, sang anak pulang dalam kondisi basah kuyup dan tanpa mengenakan baju.
“Katanya dia diceburin ke sawah sampai penuh lumpur. Menurut pengakuan anak saya, dia dimasukin ke karung lalu digotong sama kakak kelasnya yang kelas 6, terus diceburkan ke sawah,” ujar Mulyanti melalui sambungan telepon kepada media, Sabtu (29/11/2025) sore.

Mulyanti mengaku terpukul dengan apa yang dialami buah hatinya. Ia tak menyangka anaknya yang seharusnya belajar dengan aman justru mengalami perlakuan tak menyenangkan.
“Sebagai ibu, hati saya hancur. Saya pikir dia bisa sekolah dengan baik, ternyata perlakuan temen-temennya seperti itu,” ucapnya.
Menurut Mulyanti, anaknya kini mengalami demam ringan dan terlihat ketakutan setelah kejadian tersebut. Ia berharap insiden ini tidak terulang, baik pada anaknya maupun siswa lainnya.
Ia juga berharap pihak sekolah dan semua pihak terkait dapat memberikan perhatian lebih terhadap pengawasan anak-anak di lingkungan sekolah.
Sementara itu, pemerhati pembangunan dan pendidikan Kabupaten Pandeglang, Bang Kumis Berbagi, membenarkan adanya laporan dugaan bullying tersebut. Ia mengaku telah menghubungi camat, pihak sekolah, dan keluarga korban untuk mengonfirmasi peristiwa yang viral di Facebook itu.
“Saya sudah berkomunikasi dengan para pihak. Ini sebagai acuan informasi kepada publik, khususnya dunia pendidikan, bahwa pengawasan anak adalah tanggung jawab bersama, orang tua dan sekolah,” ujar Bang Kumis.
Ia menegaskan kehadirannya bukan untuk memperkeruh suasana, melainkan untuk membantu proses penyelesaian kasus secara baik.
“Insyaallah saya akan mendampingi korban dan keluarganya dalam duduk bersama mencari solusi terbaik. Pelaku dan korban sama-sama anak-anak, masa depan mereka harus diselamatkan,” katanya.
Pihak kecamatan dan sekolah disebut akan memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak pada Senin (01/12/2025) untuk penyelesaian kasus ini.
Sementara pihak sekolah hingga saat ini belum bisa dimintai keterangan terkait hal tersebut. (Red)



