SERANG, –Pemerintah Provinsi Banten di bawah kepemimpinan Gubernur Banten Andra Soni menaruh perhatian besar pada pembangunan desa. Langkah ini ditempuh untuk mempercepat pemerataan ekonomi sekaligus menekan angka kemiskinan di wilayah Banten.
Kebijakan tersebut sejalan dengan visi pembangunan nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto melalui program Asta Cita, khususnya penguatan pembangunan yang dimulai dari desa.
Hal itu disampaikan Andra saat menggelar buka puasa bersama para kepala desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Selasa (10/3/2026).
“Perhatian terhadap pemerintah desa menjadi hal utama. Fokus saya jelas, membangun desa agar kesenjangan antara desa dan kota bisa diperkecil,” tegas Andra.
Menurutnya, pembangunan desa merupakan bagian dari peran gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah. Karena itu, Pemprov Banten meluncurkan sejumlah program yang langsung menyentuh masyarakat desa.
Program tersebut antara lain Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra), Pos Pelayanan Desa Sejahtera (Posyandra), peningkatan Bantuan Keuangan Desa, sekolah gratis untuk SMA, SMK dan SKh swasta, hingga program Satu Desa Satu Sarjana.
Andra mengakui, selama ini banyak desa menghadapi kendala dalam pengembangan wilayah. Selain terbatasnya anggaran, pemerintah desa juga sering disibukkan dengan urusan administratif.
Kondisi itu berdampak pada tingginya urbanisasi serta kurang optimalnya pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan saluran irigasi.
Memasuki tahun pertama kepemimpinannya, Andra menargetkan seluruh desa di Banten dapat terhubung dengan infrastruktur yang layak. Saat ini, Pemprov Banten telah menerima sekitar 2.000 usulan pembangunan jalan desa melalui program Bang Andra.
“Desa punya potensi besar, mulai dari sektor pariwisata hingga pendidikan. Karena itu, desa harus diperjuangkan. Kami juga akan memberikan penghargaan bagi desa yang memiliki inovasi atau keunggulan,” ujar Andra.
Komitmen tersebut mendapat sambutan positif dari para kepala desa yang hadir.
Kepala Desa Bayah Timur, Rafik Rahmat Taufik, menyampaikan apresiasi atas kebijakan Pemprov Banten yang menaikkan Bantuan Keuangan Desa dari Rp 100 juta menjadi Rp 120 juta.
“Kami berharap program yang fokus ke desa seperti Bang Andra, Posyandra dan penanganan sarana prasarana umum bisa mempercepat pemerataan pembangunan,” katanya.
Senada disampaikan Kepala Desa Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Ajat Sudrajat. Ia menilai bantuan keuangan dari Pemprov Banten sangat membantu pengembangan desa yang berada di sekitar Terminal Ciboleger, kawasan transit wisata menuju permukiman masyarakat Baduy.
“Bantuan ini sangat membantu pembangunan infrastruktur desa sekaligus mendukung pengembangan UMKM dan pemandu wisata,” jelas Ajat.
Sementara itu, Kepala Desa Rancateureup, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Tati Mulyati, juga merasakan manfaat program pendidikan yang digagas pemerintah provinsi.
Menurutnya, program sekolah gratis dan Satu Desa Satu Sarjana membuka peluang lebih luas bagi warga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (Red)


