KUNINGAN, –Pengusaha peralatan laboratorium asal Tangerang, Nandang Solihin, mengunjungi Machida Laksana Farm di Jalaksana, Kabupaten Kuningan Jawa Barat, untuk mempelajari budidaya melon hidroponik yang dikembangkan di lokasi tersebut.
Pemilik Machida Laksana Farm, Edi JAC atau RTGH Yuliana, mengatakan, kunjungan yang semula bersifat studi lapangan itu berkembang menjadi diskusi mengenai strategi menghadapi persaingan usaha di tingkat global.
“Awalnya ingin melihat sistem budidaya melon hidroponik. Namun pembahasan kemudian melebar ke tantangan industri dan peluang kolaborasi,” kata Edi saat dihubungi melalui telepon selulernya, Sabtu (14/2/2026).
Nandang merupakan produsen peralatan laboratorium yang memproduksi sejumlah alat secara mandiri di dalam negeri. Untuk beberapa jenis produk, perusahaannya disebut sebagai satu-satunya produsen di Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas pengelolaan usaha, inovasi produk, serta strategi mempertahankan daya saing di tengah tekanan pasar internasional. Persaingan dengan produsen luar negeri, khususnya dari Tiongkok, menjadi salah satu topik utama yang dibicarakan.
Menurut Nandang, produsen dari luar negeri memiliki keunggulan dalam kapasitas produksi dan harga yang kompetitif sehingga pelaku usaha dalam negeri perlu menyiapkan strategi yang tepat.
“Bersaing langsung membutuhkan sumber daya besar dan efisiensi tinggi. Karena itu, kolaborasi atau kemitraan bisa menjadi pilihan yang lebih realistis,” ujarnya.
Edi menambahkan, kolaborasi antarpelaku usaha dinilai dapat membuka akses pasar yang lebih luas, memperkuat kapasitas produksi, serta mendorong transfer pengetahuan dan teknologi.
Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen untuk menjaga komunikasi dan memperluas jaringan kerja sama. Keduanya berharap sinergi pelaku industri nasional dapat meningkatkan daya saing di tengah kompetisi global yang semakin terbuka. (Red)

