PANDEGLANG, – Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menyiapkan anggaran sebesar Rp 400 juta untuk pemeliharaan jembatan pada tahun 2026.
Anggaran tersebut dialokasikan untuk pemeliharaan rutin jembatan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Pandeglang, Andrian Wisudawan, mengatakan bahwa anggaran itu difokuskan untuk menangani kerusakan ringan pada jembatan yang masih memungkinkan diperbaiki dengan biaya terbatas.
“Untuk tahun 2026, kami dianggarkan sekitar Rp 400 juta untuk pemeliharaan rutin jembatan,” ujar Andrian saat ditemui, Rabu (28/1/2026).
Ia menjelaskan, pemeliharaan dilakukan terhadap kerusakan kecil agar tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih parah.
“Kerusakan-kerusakan kecil kami perbaiki, yang biayanya masih terjangkau,” katanya.
Meski demikian, DPUPR Pandeglang juga mewaspadai dampak cuaca ekstrem yang berpotensi memperburuk kondisi jembatan. Curah hujan tinggi dan cuaca yang tidak menentu dikhawatirkan dapat memicu jembatan amblas hingga roboh.
“Cuaca ekstrem ini bisa memicu jembatan amblas atau roboh. Jika sudah seperti itu, penanganannya tidak bisa ditunda dan harus segera dilakukan,” ucap Andrian.
Menurut dia, dengan keterbatasan anggaran yang tersedia, DPUPR hanya mampu menangani sekitar tiga hingga empat jembatan apabila terjadi kerusakan berat.
“Kalau jembatan sudah amblas atau ambrol, dengan anggaran Rp 400 juta itu paling hanya bisa menangani tiga sampai empat jembatan, dan itu pun bukan perbaikan total,” tuturnya. (Red)

