PANDEGLANG, – Wakil Gubernur (Wagub)  Banten Achmad Dimyati Natakusumah menghadiri peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW tingkat Kabupaten Pandeglang, Kamis (15/1/2026).

Dalam kesempatan itu, Dimyati menekankan pentingnya menjaga ibadah salat lima waktu sebagai inti dari peristiwa Isra Mikraj.

Dalam sambutannya, Dimyati mengingatkan masyarakat Provinsi Banten, khususnya warga Pandeglang, agar tidak meninggalkan salat dalam kondisi apa pun.

“Salat merupakan ibadah yang tidak boleh ditinggalkan walaupun dalam keadaan uzur,” ungkap Dimyati.

Ia menjelaskan, salat merupakan perintah langsung dari Allah SWT yang diterima Nabi Muhammad SAW saat peristiwa Isra Mikraj.

Menurut Dimyati, salat memiliki keistimewaan dibandingkan ibadah lain karena dapat dilakukan oleh setiap muslim tanpa memerlukan biaya besar maupun kondisi fisik tertentu.

BACA JUGA :  Pemprov Banten Dorong Gen Z Aktif Kelola Koperasi Merah Putih

“Karena itu, jangan tinggalkan salat. Salat adalah tiang agama yang harus senantiasa ditegakkan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mengatakan, peringatan Isra Mikraj harus dimaknai sebagai momentum introspeksi dan perbaikan diri. Hal tersebut sejalan dengan visi mewujudkan Kabupaten Pandeglang yang religius.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keimanan, ketakwaan, kepedulian sosial, serta memperkuat ukhuwah islamiah sebagai fondasi membangun masyarakat yang berakhlakul karimah,” kata Dewi.

Menurut Dewi, peringatan Isra Mikraj juga menjadi sarana mempererat komunikasi antara ulama dan umara. Selain tablig akbar, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan aksi sosial berupa santunan bagi anak yatim dan bantuan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami menyalurkan bantuan peralatan ternak ayam petelur sebanyak 10 paket kepada santripreneur. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi stimulus pemberdayaan ekonomi dan mendorong terwujudnya keadilan ekonomi,” tuturnya.

BACA JUGA :  Tinawati Andra Soni Imbau Rumah Tangga Sediakan APAR untuk Antisipasi Kebakaran

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Pemerintah Kabupaten Pandeglang, para ulama, santri, serta masyarakat. Tausiah disampaikan oleh Guru Besar UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof. Dr. Wawan Wahyudin. (Red)