PANDEGLANG, – Cuaca ekstrem kembali melanda perairan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten. Hujan lebat disertai angin kencang dan gelombang tinggi selama dua hari terakhir membuat nelayan setempat terpaksa menghentikan aktivitas melaut.

Tingginya gelombang dan naiknya permukaan air laut menyulitkan kapal nelayan untuk bersandar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Panimbang. Kondisi ini diperparah dengan posisi TPI yang langsung menghadap laut lepas, sehingga kapal mudah terombang-ambing saat cuaca buruk.

Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pandeglang, Encep Wa’as, meminta perhatian serius dari pemerintah pusat dan daerah. Ia mendorong adanya alokasi anggaran untuk pembangunan breakwater atau tanggul penahan ombak sepanjang sekitar 500 meter di kawasan TPI Panimbang.

BACA JUGA :  Wagub Banten Dimyati Ajak Pengusaha Muda Jalani Hidup Seimbang

Menurut Encep, keberadaan pemecah gelombang sangat penting untuk menjamin keselamatan kapal nelayan, terutama saat musim badai.

“Dermaga pelelangan ini sangat vital bagi nelayan. Saat ombak besar, kapal tidak bisa bersandar dan berisiko rusak akibat hantaman gelombang,” kata Encep kepada wartawan, Senin (15/12/2025).

Ia menambahkan, gelombang tinggi yang kerap terjadi pada Desember membuat banyak nelayan tidak bisa melaut. Akibatnya, mereka kehilangan sumber penghasilan.

“Sebagian nelayan terpaksa berhenti bekerja karena tidak memiliki mata pencaharian alternatif,” ujarnya.

HNSI berharap pemerintah dapat menyiapkan solusi jangka panjang, tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur pelabuhan yang lebih aman, tetapi juga dengan menyediakan skema pengalihan sementara mata pencaharian nelayan ke sektor lain di tengah ancaman cuaca ekstrem yang semakin sering terjad. (Red)

BACA JUGA :  Jangan Dikira Sehat! 7 Menu Sarapan Pagi Ini Diam-Diam Bikin Tubuh Cepat Rusak