bantenonline.com — Persoalan lingkungan di sekitar Sungai Cisadane membawa dua siswa SMP Islam Al-Azhar BSD meraih prestasi di tingkat nasional.
Insyira Bilqis Ufaira, siswa kelas 8.3, dan Raquel Meddina Fajra Saleh, siswa kelas 9.4, berhasil meraih medali emas Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026 melalui penelitian tentang pemulihan masyarakat yang terdampak pencemaran pestisida di Sungai Cisadane.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam puncak OPSI 2026 yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Jakarta pada 29 September 2026 dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Pusat Prestasi Nasional (PUSPRESNAS).
Bagi Insyira dan Raquel, medali emas tersebut merupakan hasil dari proses penelitian yang mereka jalani selama beberapa bulan. Keduanya mengembangkan penelitian dengan pendampingan Nabilah Fikri Hardiani, S.Pd. selaku guru pembimbing.
Penelitian yang mengantarkan mereka ke podium nasional itu berjudul “Model Kompensasi Sosial Berbasis Social Ecological Model (SEM) untuk Pemulihan pada Masyarakat Terdampak Pencemaran Pestisida di Sungai Cisadane Pasca Kebakaran PT Biotek Saranatama Tahun 2026 di Tangerang Selatan.”
Ide tersebut muncul dari perhatian keduanya terhadap dampak pencemaran pestisida yang dirasakan masyarakat. Mereka melihat persoalan tersebut tidak cukup dibahas dari kondisi lingkungan saja, tetapi juga perlu melihat masyarakat yang berada di wilayah terdampak.
Latar belakang penelitian berkaitan dengan kebakaran gudang pestisida milik PT Biotek Saranatama. Kebakaran tersebut membakar sekitar 20 ton pestisida. Air yang digunakan untuk proses pemadaman kemudian mengalir ke Kali Jeletreng dan bermuara ke Sungai Cisadane.
Peristiwa itu membuat Insyira dan Raquel tertarik meneliti dampak yang muncul setelah pencemaran, khususnya dari sisi masyarakat. Mereka kemudian mencoba merumuskan model kompensasi sosial yang dapat melihat kebutuhan warga secara lebih luas.
“Kami memilih judul ini karena adanya dampak multidimensional yang dirasakan oleh masyarakat setelah terjadinya pencemaran pestisida di Sungai Cisadane. Penanganan yang diberikan hanya berfokus pada kondisi sungainya, sedangkan penanganan juga seharusnya diberikan kepada masyarakat terdampak,” ujar Insyira dan Raquel.
Untuk mengembangkan gagasan tersebut, keduanya menggunakan Social Ecological Model (SEM) sebagai kerangka penelitian. Pendekatan ini membantu mereka melihat dampak dan kebutuhan masyarakat pada berbagai lapisan, mulai dari individu, hubungan interpersonal, organisasi, komunitas, hingga kebijakan publik.
Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif. Insyira dan Raquel mengumpulkan data melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi-terstruktur, serta dokumentasi.
Mereka menggali informasi dari masyarakat di wilayah Sukarasa, Sukasari, Babakan, Cilenggang, dan Setu. Informasi juga diperoleh dari pihak terkait, termasuk pemerintah daerah serta instansi yang menangani bidang lingkungan dan layanan air.
Selama proses penelitian, Nabilah Fikri Hardiani, S.Pd. memberikan pendampingan kepada keduanya. Bimbingan mencakup pengembangan pertanyaan penelitian, pengumpulan dan pengolahan temuan lapangan, analisis data, hingga penyusunan laporan untuk mengikuti tahapan OPSI 2026.
Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dan kerangka Social Ecological Model. Melalui proses tersebut, keduanya memetakan dampak pencemaran pada tingkat individual, interpersonal, organizational, community, hingga public policy.
Temuan tersebut menjadi dasar bagi Insyira dan Raquel untuk menyusun model kompensasi sosial sebagai bagian dari tujuan penelitian.
Perjalanan mereka di OPSI 2026 dimulai sejak proposal penelitian diunggah pada 7 Maret 2026. Setelah melewati rangkaian tahapan kompetisi, penelitian tersebut akhirnya berhasil membawa keduanya melaju hingga tingkat nasional.
Puncaknya terjadi pada pengumuman pemenang OPSI 2026 di Universitas Muhammadiyah Jakarta, 29 September 2026. Penelitian Insyira dan Raquel berhasil memperoleh medali emas OPSI 2026 tingkat nasional.
Kepala SMP Islam Al-Azhar BSD, Dede Riki, M.Ag., menyambut pencapaian tersebut dengan rasa syukur dan bangga. Menurutnya, nilai penting dari keberhasilan siswa bukan hanya terletak pada penghargaan yang diperoleh, tetapi juga pengalaman yang mereka dapatkan selama menjalankan penelitian.
“Keberhasilan ini bukan hanya tentang mendapatkan kemenangan atau penghargaan, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak kita sudah belajar menemukan masalah, melakukan penelitian, berpikir kritis, bekerja dalam tim, dan mempertanggungjawabkan gagasannya secara ilmiah,” ujar Dede.
Menurut Dede, pengalaman tersebut sejalan dengan proses pendidikan yang mendorong siswa untuk tidak hanya menerima pengetahuan. Siswa juga perlu diberi kesempatan untuk menemukan persoalan, mengolah informasi, serta menyusun gagasan berdasarkan kajian ilmiah.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa anak-anak SMP Islam Al-Azhar BSD memiliki potensi besar ketika diberikan ruang, pendampingan, dan kepercayaan untuk berkarya,” katanya.
Dede berharap pencapaian di OPSI 2026 dapat menjadi awal bagi Insyira dan Raquel untuk terus mengembangkan kemampuan penelitian. Medali emas yang mereka raih diharapkan tidak menjadi akhir dari perjalanan, melainkan pengalaman yang mendorong keduanya untuk terus menggali persoalan di lingkungan sekitar.
“Jangan berhenti pada kemenangan ini. Jadikan pengalaman OPSI sebagai bekal untuk terus bertanya, meneliti, berinovasi, dan memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada guru pembimbing, tim pendamping, orang tua, serta seluruh pihak yang mendukung penelitian tersebut hingga mencapai tingkat nasional.
“Semoga prestasi ini menjadi bagian dari ikhtiar kita membangun generasi yang unggul secara akademik, kuat karakternya, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam,” kata Dede.
Prestasi Insyira dan Raquel di OPSI 2026 memperlihatkan bagaimana persoalan yang mereka temukan di lingkungan sekitar dapat berkembang menjadi sebuah karya penelitian. Dari pencemaran pestisida di Sungai Cisadane, keduanya belajar menggali data, mendengarkan masyarakat, menganalisis persoalan, hingga merumuskan gagasan pemulihan.
Kini, penelitian tersebut tidak hanya menjadi tugas akademik. Karya Insyira dan Raquel telah membawa nama SMP Islam Al-Azhar BSD ke panggung kompetisi penelitian tingkat nasional dengan torehan medali emas OPSI 2026.


