SERANG, – Perhatian Kapolda Banten Irjen Pol Hengki tertuju kepada Muhamad Ridwan Januar Nainggolan, 16 tahun. Pelajar yang menjadi korban dugaan penjambretan itu mendapat bantuan sepeda listrik.

Ridwan sebelumnya menjadi sorotan setelah video dirinya menangis di makam almarhumah ibunya viral di media sosial. Ponsel yang diduga dijambret ternyata menyimpan foto dan kenangan terakhir bersama sang ibu.

Peristiwa dugaan penjambretan itu terjadi di Perumahan Taman Pipitan Indah (TPI), Kelurahan Pipitan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

Saat itu, Ridwan tengah berada di sekitar gang dekat rumahnya. Tiba-tiba, dua orang berboncengan sepeda motor Honda Beat warna hitam-merah tanpa pelat nomor menghampirinya.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Pandeglang Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat, Ditargetkan Beroperasi Agustus

Salah seorang di antaranya diduga mengambil ponsel milik Ridwan. Setelah itu, keduanya langsung kabur menggunakan sepeda motor.

Ponsel yang hilang merupakan Infinix Smart 8.

Kisah Ridwan kemudian viral dan mengundang simpati masyarakat. Anggota DPR RI sekaligus figur publik Uya Kuya juga sempat mendatangi kediaman Ridwan untuk memberikan dukungan dan bingkisan.

Senin (28/9/2026), giliran Kapolda Banten Irjen Pol Hengki yang datang ke rumah Ridwan di Perumahan TPI Blok D1 Nomor 5, Kelurahan Pipitan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.

Hengki datang bersama Uya Kuya dan sejumlah pejabat utama Polda Banten. Dalam kunjungan tersebut, Ridwan mendapat bantuan berupa satu unit sepeda listrik dan santunan.

BACA JUGA :  Tinawati Andra Soni Apresiasi Petugas Kebersihan, DWP Banten Bagikan 200 Paket Sembako
IMG-20260928-WA00711-300x200 Kapolda Banten Kasih Sepeda Listrik ke Pelajar Korban Dugaan Jambret
Ridwan menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian Kapolda Banten Irjen Pol Henki.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, kedatangan Kapolda dan Uya Kuya merupakan bentuk kepedulian kepada Ridwan.

“Kedatangan Bapak Kapolda Banten Irjen Pol Hengki bersama Bapak Uya Kuya sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kepada Ridwan yang sebelumnya kehilangan ponsel miliknya. Bagi Ridwan, ponsel tersebut bukan sekadar barang, tetapi menyimpan foto dan kenangan terakhir bersama almarhumah ibunya,” ujar Maruli.

Menurut Maruli, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu aktivitas Ridwan sekaligus memberi semangat untuk terus melanjutkan pendidikan.

“Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan memberikan semangat bagi Ridwan dalam menjalani aktivitas sehari-hari serta melanjutkan pendidikan,” katanya.

BACA JUGA :  Andra Soni Gandeng Diaspora Wujudkan SDM Unggul Banten

Maruli menegaskan, Polda Banten akan terus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dalam menjalankan tugas kepolisian.

“Kami akan terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga dalam memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, dugaan penjambretan terhadap Ridwan masih ditangani jajaran Polresta Serang Kota. Polisi melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan dua orang yang diduga terlibat.

Penanganan kasus tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi korban.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap waspada ketika membawa barang berharga, khususnya telepon seluler, saat berada di tempat terbuka. (Red)