SERANG, – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengajak masyarakat mendoakan Provinsi Banten agar dijauhkan dari berbagai bencana alam. Dia juga mengingatkan pentingnya muhasabah dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Hal itu disampaikan Dimyati saat menghadiri pengajian bulanan Ikatan Warga Krakatau Steel (IWKS) di Pondok Pesantren Bani Hamid, Kelurahan Kagungan, Kecamatan Serang, Kota Serang, Sabtu (19/9/2026).
Dimyati mengatakan doa menjadi salah satu ikhtiar untuk menghadapi berbagai persoalan yang terjadi. Terlebih, sejumlah wilayah saat ini tengah menghadapi bencana alam.
“Melalui pengajian ini, kita kembali diingatkan akan tujuan kehidupan di dunia. Kita diingatkan tentang bagaimana peran sebagai umat manusia untuk terus menjaga alam, serta peran kita sebagai pemimpin di muka bumi,” kata Dimyati.
Dia juga mengajak masyarakat, khususnya umat Islam, untuk rutin melakukan muhasabah melalui kegiatan keagamaan. Menurutnya, refleksi diri penting untuk mengingat kembali tujuan hidup sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Dimyati turut meminta doa dari para tokoh agama dan masyarakat agar para pemimpin di Banten dapat menjalankan amanah dengan baik.

Dia berharap pembangunan di Banten terus berjalan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan cita-cita daerah sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, yakni negeri yang baik dan mendapat ampunan Tuhan.
Sementara itu, tuan rumah pengajian IWKS, Embay Mulya Syarif, mengingatkan jemaah bahwa kehidupan di dunia hanya sementara. Menurutnya, manusia perlu mempersiapkan bekal amal sebelum kembali kepada kehidupan akhirat.
“Sejatinya kita ini adalah makhluk langit, dan di bumi ini hanya singgah saja. Oleh karena itu, sebagai makhluk yang akan berpulang, sudah selayaknya kita tidak terlena dengan kehidupan dunia,” ujar Embay.
Embay juga mengingatkan jemaah yang mayoritas telah berusia lanjut untuk memperbanyak amal ibadah selama masih diberi kesempatan.
“Jangan pernah berhenti mengumpulkan bekal untuk ‘mudik’ kelak. Sebab, bekal kehidupan di atas bumi tentu sangat berbeda dengan bekal di dalam bumi (akhirat),” pungkasnya. (Red)


