SERANG, – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memperkuat sinergi dengan PT PLN (Persero) untuk menjamin ketersediaan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan. Langkah ini ditempuh guna mendukung iklim investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama tentang kerja sama penyediaan tenaga listrik untuk pengembangan perekonomian Provinsi Banten di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (5/8).

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, kerja sama itu menjadi langkah strategis untuk memastikan kebutuhan energi listrik sejalan dengan pesatnya pembangunan ekonomi di Banten.

“Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat penyediaan energi listrik berkelanjutan dan menjawab kebutuhan pembangunan ekonomi Provinsi Banten yang terus berkembang,” ujar Andra.

BACA JUGA :  KNPI Dukung Mentan Amran Berantas Mafia Beras: Jangan Takut, Kami di Garda Terdepan

Menurutnya, sinkronisasi antara perencanaan pembangunan daerah, pengembangan kawasan ekonomi, kebutuhan investasi, dan sistem ketenagalistrikan menjadi kunci dalam menciptakan iklim investasi yang sehat.

Melalui kolaborasi dengan PLN, Pemprov Banten berharap koordinasi dalam memetakan kebutuhan energi dan pembangunan infrastruktur kelistrikan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran. Kerja sama ini juga diharapkan membuka peluang pengembangan energi terbarukan serta penerapan teknologi kelistrikan yang lebih modern dan efisien.

Andra menegaskan, listrik bukan sekadar kebutuhan dasar masyarakat, melainkan fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Kepastian pasokan listrik menjadi faktor penting bagi investor dalam menentukan lokasi usaha, terutama bagi kawasan industri yang membutuhkan pasokan energi andal untuk menjaga kelangsungan produksi.

BACA JUGA :  Terima Kunjungan Komisi X DPR RI, Wagub Dimyati Soroti Peran Strategis Pemuda

“Pelaku UMKM juga akan merasakan manfaatnya karena akses listrik yang memadai dapat meningkatkan produktivitas, memperluas kapasitas usaha, serta mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Andra turut mengapresiasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Banten atas pelaksanaan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang telah membantu ribuan rumah tangga, khususnya di wilayah tertinggal dan perdesaan.

Program tersebut dinilai berkontribusi terhadap pencapaian rasio elektrifikasi Provinsi Banten yang kini telah mencapai 99,9 persen.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada PLN atas komitmen dan semangat kolaborasinya dalam mendukung pembangunan serta pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero) M Fahrur Rozy menilai Banten memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan nasional. Potensi tersebut ditopang oleh kawasan industri manufaktur, pelabuhan, sektor pariwisata, hingga pusat-pusat ekonomi yang terus berkembang.

BACA JUGA :  Semarak Budaya 2026 Hidupkan Seni Tradisi dan Dongkrak Pariwisata Pandeglang

Ia menegaskan PLN siap mendukung masuknya investasi melalui penyediaan pasokan listrik yang andal dan pelayanan yang cepat.

Fahrur juga mengungkapkan adanya prospek investasi baru di sektor pusat data (data center). Selama ini, pembangunan data center lebih banyak terkonsentrasi di Jawa Barat. Namun, berdasarkan hasil kajian PLN, sedikitnya dua proyek data center diproyeksikan akan dibangun di Provinsi Banten.

“Ini merupakan bentuk dukungan PLN terhadap peningkatan perekonomian di Provinsi Banten,” katanya. (Red)