PANDEGLANG, –Kabupaten Pandeglang harus puas berada di peringkat kedelapan atau juru kunci pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXIII Tingkat Provinsi Banten 2026. Hasil tersebut menjadi sorotan karena Pandeglang selama ini dikenal sebagai daerah dengan julukan Kota Sejuta Santri dan Seribu Ulama.

Hasil MTQ yang ditutup oleh Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah itu disebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Minimnya anggaran pembinaan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) disebut menjadi salah satu faktor penyebab.

“Sangat ironis sekali Kabupaten Pandeglang yang dikenal Kota Sejuta Santri dan Seribu Ulama harus menjadi urutan paling buncit pada MTQ tingkat Provinsi Banten,” kata tokoh masyarakat Pandeglang, Aap Aptadi, kepada wartawan, Jumat (11/7/2026).

BACA JUGA :  Sah! Mahludin Icha Terpilih sebagai Ketua KONI Tangsel Periode 2025–2029 Usai Hamka Handaru Nyatakan Mundur

Menurutnya, prestasi tersebut tidak sejalan dengan identitas Pandeglang sebagai daerah yang dikenal memiliki banyak pesantren dan ulama.

“Pandeglang Kota Sejuta Santri, Seribu Ulama, kapan jadi juara MTQ? Jangankan juara tingkat nasional, minimal juara se-Banten saja. Ini ironis dan miris, MTQ tahun 2026 justru berada di urutan paling bawah,” ujarnya.

Sorotan serupa juga datang dari berbagai kalangan masyarakat. Hasil MTQ Provinsi Banten yang menempatkan Pandeglang di posisi terakhir ramai diperbincangkan karena dinilai tidak mencerminkan potensi daerah tersebut di bidang keagamaan.

Sementara itu, Ketua Harian LPTQ Kabupaten Pandeglang H. Abdul Hadits Muntaha mengatakan anggaran pembinaan MTQ di Pandeglang setiap tahun masih jauh lebih kecil dibandingkan kabupaten dan kota lain di Banten. Anggaran pembinaan LPTQ disebut hanya sekitar Rp250 juta.

BACA JUGA :  DPRD Pandeglang Gelar Buka Puasa Bersama Insan Pers

Ia menilai keterbatasan anggaran berdampak langsung terhadap pembinaan kafilah. Menurutnya, saat dukungan anggaran lebih besar pada MTQ 2023 dan 2024, Pandeglang mampu menembus tiga besar tingkat Provinsi Banten.

“Kita menyadari sepenuhnya hasil MTQ tingkat Provinsi Banten tahun 2026 ini jauh dari harapan bersama. Salah satu faktornya adalah minimnya anggaran pembinaan,” kata Abdul Hadits.

Ia berharap program satu desa satu hafiz Al-Qur’an yang pernah dijalankan dapat kembali diperkuat melalui dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk alokasi dana hibah untuk pembinaan MTQ.

Menurut Abdul Hadits, program tersebut dinilai mampu mencetak kader-kader baru sehingga prestasi Pandeglang di ajang MTQ tingkat provinsi maupun nasional dapat kembali meningkat.

BACA JUGA :  Jelang Lebaran, Gubernur Andra Soni Apresiasi Dedikasi Nakes yang Tetap Siaga

“Tahun sebelumnya Kabupaten Pandeglang berada di peringkat ketiga MTQ Provinsi Banten. Target itu tentu harus terus ditingkatkan dengan menyiapkan kader-kader baru. Salah satunya melalui program satu desa satu hafiz Al-Qur’an yang pernah menjadi program sebelumnya harus dilakukan,” katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Pandeglang diharapkan terus memberikan dukungan terhadap keberlanjutan program tersebut, baik melalui kebijakan maupun penyediaan anggaran pembinaan yang memadai.

“Termasuk MTQ tingkat kecamatan harus dilaksanakan yang selama 2 tahun kebelakang tidak digelar di masing-masing kecamatan untuk menggali potensi qori-qoriah Pandeglang,” tutupnya. (Red)