PANDEGLANG, –Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang, Kamis (18/6/2026). Mereka menyoroti proses rekrutmen Mitra Statistik BPS Tahun 2026 yang diduga sarat praktik titip-menitip.

Dalam aksi yang digelar di kawasan Pertigaan Cipacung itu, massa menduga sejumlah peserta yang dinyatakan lolos merupakan “orang titipan” dari pihak tertentu.

Koordinator aksi, Badru Zaman, meminta BPS menindak tegas oknum yang diduga bermain dalam proses seleksi tersebut.

“Pecat oknum BPS yang meloloskan titipan dari oknum partai politik. BPS jangan menjadi sarang praktik titip-menitip dalam rekrutmen petugas sensus dan mitra statistik,” kata Badru dalam orasinya.

IMG20260618142153-300x225 Rekrutmen Mitra Statistik BPS Pandeglang Diduga Banyak Titipan, BPS Bantah
Kepala BPS Pandeglang Achmad Widijanto

Menanggapi tudingan tersebut, Kepala BPS Pandeglang, Achmad Widijanto, membantah adanya praktik titip-menitip dalam rekrutmen Mitra Statistik 2026.

BACA JUGA :  APBD Banten 2027 Terancam Turun Rp1 Triliun, Wagub Dimyati Singgung Pajak Kendaraan Listrik

Achmad mengatakan seluruh tahapan seleksi dilakukan secara digital melalui sistem yang telah ditetapkan, sehingga tidak ada ruang untuk intervensi pihak tertentu.

“Tidak ada titip-menitip. Mungkin banyak yang merasa sudah mendaftar tetapi tidak lolos. Pendaftaran dilakukan langsung melalui aplikasi. Kami tidak menerima berkas fisik karena seluruh proses dilakukan secara online dan berbasis sistem,” ujar Achmad saat ditemui di kantornya.

Ia menegaskan, penentuan peserta yang lolos dilakukan berdasarkan mekanisme dan hasil penilaian yang telah diatur dalam sistem rekrutmen BPS.

Menurutnya, seluruh proses seleksi berjalan sesuai prosedur yang berlaku dan tidak melibatkan campur tangan pihak mana pun. (Red)