SERANG, –Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten bergerak cepat merespons keluhan nelayan di pesisir Banten Selatan, khususnya di Teluk Labuan, Kabupaten Pandeglang.
Keluhan itu terkait mangkraknya fasilitas docking kapal dan pabrik es yang selama ini dibutuhkan nelayan untuk menunjang aktivitas melaut.
Kepala DKP Provinsi Banten, Agus Supriyadi, mengakui fasilitas pabrik es dan docking kapal di Teluk Labuan memang belum kembali beroperasi sejak diterjang tsunami pada 2018 silam.
“Pabrik es belum bisa difungsikan lagi karena kerusakannya cukup parah pascatsunami. Sedangkan docking kapal masih terkendala sengketa lahan karena adanya somasi atau gugatan,” ujar Agus kepada wartawan, Senin (11/5/2026).
Meski demikian, Agus memastikan pihaknya tidak tinggal diam. DKP Banten segera menyiapkan langkah percepatan agar kebutuhan nelayan tetap terpenuhi.
Menurut Agus, pengelolaan pabrik es maupun docking kapal nantinya akan diserahkan kepada pihak ketiga agar operasional lebih optimal dan tidak lagi bergantung pada pengelolaan dinas.
“Ke depan akan dipihakketigakan semua, termasuk pengelolaan docking kapal. Jadi tidak lagi dikelola langsung oleh dinas,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, DKP Banten bakal menurunkan tim teknis untuk mengecek langsung kondisi fasilitas di Kecamatan Labuan, sekaligus memastikan kembali status lahan docking kapal yang masih bermasalah.
“Terima kasih atas informasinya. Kami akan bergerak cepat melakukan pengecekan, termasuk status tanah docking kapal di Teluk Labuan. Intinya jangan sampai kebutuhan nelayan terhambat terlalu lama,” tegas Agus.
Tak hanya fokus di Labuan, DKP Banten juga mulai memprogramkan pembangunan docking kapal nelayan di sejumlah wilayah pesisir lainnya di Provinsi Banten.
“Seperti di Binuangeun dan beberapa wilayah lain yang nantinya bisa dijadikan bengkel kapal nelayan. Tentu harus memperhatikan AMDAL dan ketentuan lainnya,” jelasnya.
Selain pembangunan fasilitas, DKP Banten juga telah menggulirkan sejumlah bantuan untuk nelayan berupa jaring ikan serta program BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan bagi 5.100 nelayan di Banten.
Sebelumnya diberitakan, Nelayan di Teluk Labuan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten mengeluhkan fasilitas docking kapal dan pabrik es balok yang hingga kini tidak berfungsi. Padahal, fasilitas tersebut dibangun untuk menunjang aktivitas nelayan.

Docking kapal merupakan fasilitas untuk memindahkan kapal nelayan dari laut ke atas dok guna keperluan perawatan maupun perbaikan. Namun, fasilitas yang dibangun di kawasan Labuan itu disebut belum pernah digunakan secara maksimal.
Salah seorang nelayan, Kliwon, mengatakan para nelayan masih harus menaikkan dan menurunkan kapal secara manual dengan bantuan sesama nelayan.
“Kami butuh docking sebagai nelayan. Sementara sekarang masih manual dibantu para nelayan untuk menaikkan dan menurunkan kapal,” kata Kliwon kepada wartawan, Minggu (10/5/2026) di lokasi tersebut. (Red)

