SERANG – Pemerintah Provinsi Banten menargetkan revitalisasi jaringan irigasi sepanjang 123 kilometer, akan rampung pada tahun 2026.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, bahwa revitalisasi jaringan irigasi ini merupakan dukungan dari pemerintah pusat dan daerah.
“Pemotongan TKD ternyata dialihkan untuk memperbaiki irigasi, ada 123 kilometer lebih irigasi Provinsi Banten sudah bertahun-tahun tidak ditangani tahun ini selesai,” kata Andra kepada awak media, Senin 27 April 2026.
Dikatakan Andra, revitalisasi jaringan irigasi ini mencakup rehabilitasi dan perluasan jaringan. Untuk rehabilitasi telah dilakukan di Bendungan Cibaliung, sementara untuk perluasan jaringan irigasi primer sepanjang 24,43 kilometer dan sekunder 13,83 kilometer.
“Selain itu, perbaikan difokuskan pada 12 Daerah Irigasi (DI) yang mengairi 23 desa di wilayah Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandangan,” ungkapnya.
Andra menyampaikan, revitalisasi jaringan irigasi ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mengoptimalkan lahan pertanian di sejumlah wilayah yang ada di Provinsi Banten.
“Selain perbaikan fisik, telah dilakukan juga normalisasi saluran irigasi di Cibanten, akibat pendangkalan, penyempitan dan dampak bangunan liar,” ujarnya.
Lebih lanjut Andra berharap dengan telah direvitalisasinya sejumlah jaringan irigasi diharapkan dapat mengatasi persoalan kekurangan air untuk lahan pertanian, sehingga produktivitas petani dapat terus meningkat.
“Proyek ini diharapkan dapat mengatasi kendala air untuk pertanian dan membantu mengurangi persoalan banjir di wilayah,” harapnya. (Aldo Marantika)

