BERITA HOT

780 Kg Sisik Trenggiling Disita TNI AL, Andra Soni: Banten Tak Boleh Jadi Jalur Ilegal

SERANG, –TNI Angkatan Laut (AL) menggagalkan penyelundupan 780 kilogram sisik trenggiling di perairan Merak, Kota Cilegon. Barang ilegal itu diamankan dari kapal asing MV Hoi An 8 berbendera Vietnam.

Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi keberhasilan Tim Quick Response Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten dalam pengungkapan kasus tersebut. Ia menyebut langkah ini sebagai bentuk nyata menjaga kedaulatan sekaligus melindungi kekayaan hayati.

“Pemprov Banten memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada TNI AL. Ini bukti negara hadir menjaga wilayah perairan dan konservasi satwa dilindungi,” kata Andra di Serang, Jumat (10/4/2026).

Andra menegaskan Banten tidak boleh menjadi jalur perdagangan ilegal, termasuk penyelundupan satwa liar.

“Kita tidak boleh memberi ruang bagi praktik perdagangan ilegal, apalagi yang mengancam kelestarian lingkungan,” tegasnya.

Ia menilai pengungkapan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor, mulai dari TNI, Polri, hingga kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

“Pengawasan harus diperkuat. Tidak bisa sendiri-sendiri. Semua pihak harus terlibat agar bisa dicegah sejak dini,” ujarnya.

Menurutnya, posisi strategis Banten sebagai jalur perlintasan nasional dan internasional membuat pengawasan wilayah pesisir dan laut harus ditingkatkan.

Andra juga mengingatkan bahwa trenggiling (Manis javanica) merupakan satwa dilindungi yang populasinya terus menurun akibat perburuan dan perdagangan ilegal.

“Kita harus benar-benar menjaga agar satwa ini tidak punah,” katanya.

Sebelumnya, penyelundupan terungkap saat kapal patroli KAL Anyer I-3-64 mendeteksi kapal mencurigakan di perairan Tanjung Sekong, Merak, Rabu (8/4). Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dengan metode Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS).

Dari hasil penggeledahan, ditemukan 26 kardus berisi 780 kilogram sisik trenggiling yang disembunyikan di dalam kapal.
Nilai ekonomis barang tersebut diperkirakan mencapai Rp46,8 miliar, dengan harga pasar gelap sekitar Rp60 juta per kilogram.

Komandan Lanal Banten Kolonel Laut (P) Catur Yogiantoro mengatakan pengungkapan ini merupakan hasil patroli rutin di wilayah perairan Merak.

“Tim VBSS melakukan pemeriksaan menyeluruh di atas kapal,” ujarnya.

Ia menegaskan, TNI AL berkomitmen mencegah berbagai aktivitas ilegal di wilayah perairan Indonesia.

“Ini merupakan komitmen kami dalam mencegah segala bentuk kegiatan ilegal di laut,” tegasnya.

Saat ini, kasus tersebut masih didalami, termasuk kemungkinan adanya jaringan internasional di balik penyelundupan.

Pemprov Banten menyatakan akan terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk menjaga keamanan wilayah dan melindungi keanekaragaman hayati dari eksploitasi ilegal. (Red)

Deni

Recent Posts

Kapolres Pandeglang Ingatkan Sopir Angkutan: Jangan Paksakan Nyetir Saat Ngantuk!

PANDEGLANG, – Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama para pengemudi angkutan umum. Pesan tegas itu…

15 menit ago

Ketum KNPI Serukan Pemuda Kompak Dukung Prabowo, Ancam Anarkis Saat Sumpah Pemuda Ditindak Tegas

JAKARTA, – Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Dr. H. Ali Hanafiah, SE.,…

16 jam ago

Hotel Tentrem Jakarta Gelar ASMARANALA Wedding Showcase, Hadirkan 35 Vendor dan Hadiah Bulan Madu

bantenonline.com - Merencanakan pernikahan bukan sekadar menentukan lokasi dan dekorasi. Ada banyak detail yang perlu…

2 hari ago

Endan Umar, ASN Humanis yang Jadi Perekat Wartawan dan DPRD, Kini Hijrah ke Kementerian Haji

PANDEGLANG, – Ada masa untuk bertugas, ada masa untuk melangkah ke tempat baru. Prinsip itulah…

2 hari ago

Operasi Patuh Maung 2026 Dimulai Besok, Enam Pelanggaran Dibidik!

PANDEGLANG, – Siap-siap! Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pandeglang, Polda Banten, bakal menggelar Operasi Patuh…

3 hari ago

Andra Soni Dukung Pelestarian Baduy, 70 Ribu Bibit Pohon Ditanam

LEBAK, – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam menjaga kelestarian…

3 hari ago