SERANG, – Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang mengatasnamakan pejabat publik maupun tokoh organisasi. Kali ini, nama Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banten, Rian Nopandra atau yang akrab disapa Opan, diduga dicatut untuk menyebarkan kabar duka palsu melalui aplikasi WhatsApp.

Pelaku menggunakan nomor 0858-8270-4974 yang dipastikan bukan milik Rian Nopandra. Berdasarkan tangkapan layar yang beredar, pelaku mengirimkan pesan kepada sejumlah pihak dengan narasi seolah-olah Ketua PWI Banten sedang mengalami musibah dan meminta bantuan dana maupun sumbangan belasungkawa.

Untuk meyakinkan calon korban, pesan tersebut juga disertai foto yang menampilkan suasana menyerupai ruang rumah sakit dengan sesosok jenazah yang telah ditutupi kain.

BACA JUGA :  KNPI Pandeglang Sentil Keras Dapur SPPG Diduga Ada Mark Up Anggaran hingga Intimidasi Warga

Menanggapi beredarnya pesan itu, Rian Nopandra menegaskan informasi yang disampaikan melalui nomor tersebut merupakan hoaks. Ia memastikan nomor WhatsApp yang digunakan pelaku bukan miliknya dan dirinya tidak pernah mengirimkan pesan berisi permintaan bantuan maupun sumbangan dengan alasan mengalami musibah.

“Saya tegaskan bahwa nomor tersebut bukan milik saya. Informasi yang beredar adalah tidak benar. Saya tidak pernah meminta bantuan ataupun sumbangan kepada siapa pun melalui pesan WhatsApp seperti itu,” kata Rian Nopandra dari pesan tertulisnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pesan yang mengatasnamakan dirinya maupun pengurus PWI Banten, terutama jika disertai permintaan transfer uang atau bantuan dana.

Rian juga meminta masyarakat selalu melakukan verifikasi apabila menerima pesan mencurigakan yang mengatasnamakan pejabat publik atau pengurus organisasi. Konfirmasi dapat dilakukan melalui nomor resmi maupun sekretariat organisasi terkait untuk memastikan kebenaran informasi.

BACA JUGA :  Gubernur Banten Gelar Panen Raya di Kramatwatu, Ikuti Konferensi Video dengan Presiden

PWI Banten berharap masyarakat semakin waspada terhadap berbagai bentuk penipuan digital yang memanfaatkan identitas tokoh publik. Jika menemukan pesan serupa, masyarakat diminta tidak menanggapi permintaan tersebut, tidak melakukan transfer dana, serta segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar tidak menimbulkan korban lebih banyak. (Red)