BERITA HOT

Viral Video Mesum Diduga Libatkan Kades di Pandeglang, DPMPD Lakukan Penelusuran

PANDEGLANG, – Sebuah video tidak senonoh yang diduga melibatkan seorang kepala desa (kades) di Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Banten, viral di media sosial.

Dalam rekaman singkat tersebut, tampak seorang pria yang disebut-sebut sebagai kades tengah bermesraan dengan seorang perempuan di dalam mobil. Keduanya terlihat mengenakan pakaian berwarna putih. Belum diketahui secara pasti kapan dan di mana video tersebut direkam.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Pandeglang, Muslim Taufik, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari sejumlah pihak dan saat ini tengah melakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

“Kami akan menelusuri kebenaran informasi tersebut. Apa pun hasilnya, kami akan menggunakan prosedur sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Muslim saat dikonfirmasi, Senin (20/10/2025).

Ia menambahkan, DPMPD telah melayangkan surat pemanggilan kepada oknum kepala desa yang diduga berada dalam video tersebut.

“Surat pemanggilan sudah kami kirimkan. Saat ini masih dalam proses penelusuran,” kata Muslim.

Ia menegaskan, jika terbukti benar, sanksi akan dijatuhkan sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk mengacu pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Sementara itu, Camat Munjul, Hasim, membenarkan bahwa pria dalam video tersebut merupakan salah satu kepala desa di wilayahnya.

“Ya, benar, itu salah satu kades di Kecamatan Munjul. Tapi saya juga belum tahu detailnya. Informasinya lokasi kejadian di Serang, tapi belum tahu tepatnya di mana,” ujar Hasim.

Menurut Hasim, ia belum melihat video tersebut secara utuh karena kualitas rekaman yang beredar di media sosial masih kurang jelas. Ia juga belum bertemu langsung dengan kepala desa yang bersangkutan karena sedang mengikuti kegiatan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi).

“Itu kades Munjul yang baru dilantik tahun lalu. Selama ini memang lebih banyak fokus pada kegiatan Apdesi,” tambah Hasim.

Ia menegaskan, jika terbukti benar, penanganan kasus tersebut akan diserahkan kepada aparat berwenang.

“Kalau memang terbukti dan itu melibatkan kepala desa, biar aparat yang berwenang yang menangani. Kami sebagai pembina tentu berharap kejadian seperti ini tidak terulang,” kata Hasim. (Red)

Deni

Recent Posts

Kokolot Baduy Saidi Putra Meninggal Dunia, Gubernur Banten Sampaikan Duka

LEBAK, – Kokolot Baduy atau tokoh masyarakat Baduy, Saidi Putra, meninggal dunia pada Jumat (4/9/2026).…

17 jam ago

Rutan Pandeglang Rutin Periksa Kesehatan Warga Binaan, Deteksi Penyakit Sejak Dini

PANDEGLANG, – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pandeglang rutin melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga…

22 jam ago

Gubernur Banten Turun Tangan, Sengketa TKIP-SDIP Pamulang Akan Dimediasi

TANGSEL, - Gubernur Banten Andra Soni turun tangan menyikapi sengketa kepemilikan dan pengelolaan TK Islam…

2 hari ago

Didesak Teken Pakta Integritas, Tiga Pimpinan DPRD Pandeglang Temui Ratusan Mahasiswa

PANDEGLANG, – Tiga pimpinan DPRD Kabupaten Pandeglang turun langsung menemui sedikitnya 200 mahasiswa yang tergabung…

2 hari ago

Mahasiswa Pandeglang Soroti PAD dan Anggaran DPRD Rp1,1 Miliar: Jangan Cuma Nikmati Fasilitas!

PANDEGLANG, – Aliansi Mahasiswa Pandeglang Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten…

2 hari ago

KONI Tangsel Tegaskan Tiga Kendaraan Operasional Dipakai Untuk Pembinaan Olahraga

Bantenonline.com — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) angkat bicara terkait pengadaan…

2 hari ago