PANDEGLANG, –Rencana penutupan total arus lalu lintas di Jalan Raya Labuan–Pandeglang, tepatnya di titik longsor ruas Saketi–Labuan, mulai malam ini (20/2/2026), mendapat protes dari pengusaha dan sopir angkutan umum.

Penutupan jalan untuk pembangunan di lokasi terdampak longsor dinilai akan merugikan operasional angkutan dan ekonomi masyarakat. Para sopir angkutan umum rute Bus Labuan–Jakarta, Labuan–Pandeglang, dan Cibaliung–Serang meminta pemerintah mempertimbangkan dampaknya.

“Beri informasi yang jelas dan jangan sewenang-wenang menentukan waktu pekerjaan. Kepentingan masyarakat umum harus diutamakan,” ujar Iki, perwakilan sopir angkutan umum, Jumat (20/2).

Meski mendukung pembangunan dan perbaikan infrastruktur, mereka berharap jadwal pekerjaan disesuaikan, terutama menjelang akhir pekan yang biasanya menjadi puncak aktivitas penumpang.

BACA JUGA :  Kapolres Lebak Pimpin Sertijab Para Perwira

Para sopir mengusulkan rekayasa lalu lintas atau sistem buka-tutup agar operasional angkutan tetap berjalan.

“Kami mendukung pembangunan, tapi kepentingan perekonomian masyarakat juga harus dipikirkan,” tambah Iki.

Sementara pihak terkait hingga saat ini belum bisa dimintai keterangan terkait rencana penutupan arus jalan di jembatan Kananga Kecamatan Saketi Kabupaten Pandeglang tersebut. (Red)