BERITA HOT

Pandeglang Sepi Wisatawan Jelang Nataru, Pengelola Keluhkan Minim Terobosan

PANDEGLANG, – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, sektor pariwisata di Kabupaten Pandeglang belum menunjukkan geliat berarti.

Sejumlah objek wisata, khususnya pemandian dan kolam renang, masih terpantau sepi pengunjung.
Kondisi itu terlihat di salah satu destinasi wisata air, DM Tirta Persada, Mandalawangi.

Pengelola DM Tirta Persada, H Dedi, mengatakan hingga mendekati libur Nataru, jumlah kunjungan wisatawan belum mengalami lonjakan signifikan.

“Kalau melihat kondisi sekarang, kunjungan wisata saat libur Nataru tahun ini justru diperkirakan menurun dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Dedi kepada media, Minggu (21/12/2025).

Menurutnya, lesunya sektor pariwisata berdampak langsung terhadap para pelaku usaha. Ia menyebut sejumlah objek wisata, hotel, hingga restoran di Pandeglang terpaksa tutup atau bertahan dalam kondisi sulit.

Pemandian air DM Tirta Persada yang nyaman terlihat sepi pengunjung

Dedi menilai Pandeglang masih tertinggal dibandingkan daerah lain. Ia menyebut belum terlihat adanya terobosan nyata dari pemerintah daerah untuk mendorong kemajuan sektor pariwisata.

“Saya melihat niat dan keberanian pemimpin daerah untuk melakukan perubahan belum terlihat signifikan, padahal harapan masyarakat cukup besar. Kalau sistemnya tidak diubah, Pandeglang akan sulit sejajar dengan daerah yang sudah lebih maju,” tuturnya.

Ia juga menyoroti minimnya penerangan jalan umum (PJU) menuju sejumlah objek wisata di Pandeglang. Kondisi tersebut, kata dia, kerap dikeluhkan wisatawan dan hingga kini belum mendapat perhatian serius dari pihak terkait, baik pemerintah kabupaten maupun provinsi.

“Lampu PJU ke beberapa lokasi objek wisata sangat minim. Padahal kami taat bayar pajak, mulai dari pajak distribusi air, pajak restoran, pajak parkir, pajak hiburan, hingga PBB. Bahkan PBB yang dulu Rp600 ribu sekarang naik jadi lebih dari Rp17 juta,” katanya.

Dedi berharap kebijakan perpajakan diterapkan secara adil tanpa tebang pilih. Menurutnya, pelaku usaha yang sudah patuh justru kerap terbebani, sementara yang belum taat terkesan dibiarkan.

“Kalau semua wisata diperlakukan sama dan kebijakan berjalan baik, insyaallah Pandeglang bisa lebih maju,” ujarnya.

Ia mengaku telah beberapa kali menyampaikan masukan kepada pemerintah daerah dan pihak terkait. Namun hingga kini, belum ada perubahan berarti, termasuk dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilainya masih rendah dibandingkan daerah lain di Provinsi Banten.

“Padahal potensi Pandeglang sangat besar dan bisa dikembangkan lebih serius, terutama sektor pariwisata,” pungkasnya. (Red)

Deni

Recent Posts

Bupati Tangerang Resmikan Sekretariat KAHMI-HMI, Harap Jadi Wadah Serap Aspirasi Warga

TANGERANG, –Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid meresmikan Sekretariat Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dan…

4 jam ago

Tokyo Billiard Buka Cabang di Pandeglang, Usung Konsep Syariah Tanpa Miras dan Judi

PANDEGLANG, – Tokyo Billiard membuka cabang barunya di Desa Sodong, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Sabtu…

5 jam ago

Hadiri Promosi Doktor Ratna Dewi, Wagub Dimyati: Ilmuwan Harus Banyak Berinovasi

SERANG, –Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah mendorong para ilmuwan terus melahirkan inovasi yang dapat menjadi…

1 hari ago

Waspada Penipuan Digital, Nomor WhatsApp Catut Nama Ketua PWI Banten Sebarkan Kabar Duka Palsu

SERANG, – Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang mengatasnamakan pejabat publik…

1 hari ago

Tingkatkan Kepedulian Lingkungan, Maxim Pandeglang Edukasi Konservasi Terumbu Karang di Sekolah

PANDEGLANG, – Upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini terus dilakukan di wilayah pesisir Kabupaten…

1 hari ago

DPC PPP Pandeglang Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

PANDEGLANG, – DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pandeglang menyalurkan 10 ribu liter air bersih…

2 hari ago