EDUKASI

MBG 3B Diyakini Tekan Stunting, Negara Hadir Jaga Gizi Ibu dan Balita

LEBAK, –Langkah pemerintah lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B makin digenjot. Program ini menyasar balita, ibu hamil, dan ibu menyusui sebagai upaya nyata mencegah stunting sekaligus memperkuat kualitas keluarga.

Ketua TP PKK, Tinawati Andra Soni, menegaskan MBG 3B jadi bukti kehadiran negara dalam urusan gizi masyarakat.

“Program ini langkah besar dalam pemenuhan gizi untuk pencegahan stunting,” kata Tinawati usai mendampingi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI di Lebak, Kamis (30/4/2026).

Tinawati mengungkapkan, Menteri Wihaji dijadwalkan menyambangi masyarakat Baduy Dalam melalui Cikeusik. Tujuannya, membahas langsung skema pelaksanaan MBG 3B bersama para kasepuhan adat.

Tak cuma itu, pemerintah juga menggulirkan sejumlah program pendukung. Mulai dari kesehatan mental remaja, Gerakan Orang Tua Asuh Stunting (Genting), hingga Gerakan Ayah Teladan Indonesia (Gati).

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menilai MBG 3B krusial karena menyasar masa golden age anak.

“Balita itu usia emas. Harus kita siapkan lebih sehat, lebih cerdas, dan lebih sukses. Ini investasi menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Dimyati juga mengingatkan agar program ini tidak melenceng dari tujuan sosial. Ia meminta Badan Gizi Nasional menjaga kualitas layanan.

“SPPG harus berorientasi sosial, bukan sekadar bisnis. Kalau ada yang buruk, perbaiki. Kalau tidak bisa, hentikan,” tegasnya.

Di sisi lain, Menteri Wihaji menyoroti peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam distribusi MBG. Dari dapur SPPG, makanan disalurkan lewat Posyandu hingga ke penerima manfaat.

“TPK mendapat Rp1.000 per ompreng. Ini kerja nyata di lapangan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kualitas makanan. Jangan sampai basi atau salah sasaran, apalagi untuk ibu hamil dan balita.

“Generasi ke depan harus sehat dan siap bersaing. Stunting itu akibat gizi buruk, sanitasi, dan pernikahan dini,” jelasnya.

Tak lupa, edukasi keluarga berencana (KB) juga diminta terus digencarkan kepada penerima manfaat.

Sementara itu, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah memaparkan kesiapan daerahnya. Saat ini, Lebak memiliki 340 desa dan 5 kelurahan, dengan fokus pencegahan stunting lewat pemanfaatan pekarangan.

Untuk mendukung MBG, dibutuhkan 265 dapur SPPG. Saat ini, 193 sudah terbangun.

“Untuk MBG 3B, direncanakan ada 51 SPPG. Sebanyak 37 sudah selesai, sisanya masih proses,” pungkasnya. (Red)

Deni

Recent Posts

Tiga Ruas Jalan Rusak di Dapil III Pandeglang Diminta Segera Diperbaiki

PANDEGLANG, – Tiga ruas jalan di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) III Kabupaten Pandeglang, Banten, mengalami…

2 jam ago

Hotel Tentrem Jakarta: Kemerdekaan dalam Tentrem, Sebuah Perayaan Ketenangan di Bulan Kemerdekaan

Bantenonline.com - Ada kemerdekaan yang dirayakan dengan pawai dan bendera Merah Putih yang berkibar. Ada…

7 jam ago

Satlantas Polres Pandeglang Gencar Sosialisasi Tilang ETLE

PANDEGLANG, – Satlantas Polres Pandeglang, Polda Banten terus menggencarkan sosialisasi penerapan tilang elektronik atau Electronic…

16 jam ago

Desa Weru Jadi Pilot Project Smart Village, Pelayanan Warga Bakal Makin Gampang

PANDEGLANG, – Desa Weru, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, mulai dipoles menjadi smart village. Program ini…

17 jam ago

Gubernur Andra Soni Dukung Jambore Nasional Pemuda Ketahanan Pangan di Lebak

SERANG, – Gubernur Banten Andra Soni memberikan lampu hijau terhadap rencana pelaksanaan Jambore Nasional Pemuda…

22 jam ago

Gubernur Andra Soni Komitmen Optimalkan Program Strategis Presiden Prabowo di Banten

Gubernur Andra Soni menegaskan implementasi program-program strategis Presiden Prabowo Subianto di Provinsi Banten sudah terlaksana…

1 hari ago