SERANG – Persediaan darah di seluruh Unit Pengelola Darah (UPD) Palang Merah Indonesia wilayah Provinsi Banten dilaporkan mengalami penurunan signifikan. Kondisi ini terjadi pada semua golongan darah, mulai dari A, B, O hingga AB, bahkan beberapa di antaranya disebut sudah kosong.

Petugas PMI Banten, Wati, mengungkapkan bahwa tingginya kebutuhan darah setiap hari tidak sebanding dengan jumlah pendonor yang datang.

“Untuk masyarakat se-Provinsi Banten, ayo mendonorkan darah. Saat ini stok darah di UDD PMI kabupaten/kota se-Provinsi Banten sedang kosong, sementara permintaan sangat tinggi,” ujarnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena darah merupakan kebutuhan vital dalam berbagai penanganan medis, mulai dari keadaan darurat, operasi, hingga terapi penyakit tertentu di rumah sakit.

BACA JUGA :  Usai Lebaran, Harga Pangan di Pandeglang Ngegas! Cabai Rawit Tembus Rp120 Ribu/Kg

PMI Banten pun mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan donor darah. Warga diimbau mendatangi kantor PMI di masing-masing kabupaten/kota guna membantu menjaga ketersediaan stok darah.

Donor darah dinilai sebagai aksi kemanusiaan yang sederhana namun berdampak besar. Selain membantu menyelamatkan nyawa pasien, kegiatan ini juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor.

Dengan meningkatnya partisipasi masyarakat, diharapkan stok darah di wilayah Banten dapat kembali stabil dan mampu memenuhi kebutuhan layanan kesehatan secara optimal.