PANDEGLANG, – Warga Desa Pasirkadu, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengeluhkan kondisi jalan dan jembatan yang rusak parah akibat aktivitas kendaraan proyek pembangunan Tol Serang–Pandeglang (Serpan).

Kerusakan paling dirasakan warga Kampung Sukajadi dan telah berlangsung hampir satu tahun terakhir. Jalan berlubang serta jembatan yang mengalami kerusakan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Salah seorang warga, Ee Wasdi, mengatakan keluhan terkait kondisi jalan dan jembatan tersebut sudah berulang kali disampaikan kepada pemerintah desa. Namun, hingga kini belum ada perbaikan.

“Kami sudah sering mengeluhkan kondisi jalan rusak, termasuk jembatan di Kampung Sukajadi, kepada kepala desa. Sampai sekarang belum ada perbaikan,” ungkap Ee Wasdi kepada media, Minggu (11/1/2026).

BACA JUGA :  Cuaca Tangsel Hari Ini, 10 Oktober 2025: Cenderung Panas 33 Derajat Celcius

Keluhan serupa disampaikan Helmy, warga Kampung Sukajadi lainnya. Ia menyebut kerusakan semakin parah sejak jalan tersebut kerap dilalui kendaraan bermuatan material proyek tol.

“Sudah lama jalan rusak, tapi kondisinya makin parah sejak dilalui kendaraan proyek Tol Serang–Pandeglang sekitar satu tahun terakhir,” katanya.

IMG_20260111_150830-300x173 Jalan dan Jembatan Rusak Parah, Warga Pasirkadu Keluhkan Dampak Proyek Tol Serpan
Jembatan Pasirkadu yang nyaris ambruk.

Menurut Helmy, jembatan di wilayah tersebut kini berada dalam kondisi rawan dan berpotensi membahayakan warga yang melintas.

“Sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Kami berharap perbaikan jalan dan jembatan bisa segera direalisasikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pasirkadu Ahmad Junaedi membenarkan adanya keluhan dari warga. Ia menjelaskan, ruas jalan tersebut merupakan jalan kabupaten yang sebelumnya memang sudah mengalami kerusakan.

BACA JUGA :  Gubernur Banten Apresiasi Inovasi Teknologi Santri Ponpes Assa’adah

“Statusnya jalan kabupaten dan kondisinya memang sudah rusak. Aktivitas kendaraan bermuatan material proyek Tol Serang–Pandeglang mempercepat kerusakan,” kata Ahmad Junaedi.

Ia juga menyebut hingga kini belum ada koordinasi dari pihak perusahaan pelaksana proyek tol dengan pemerintah desa terkait penggunaan jalan tersebut.

“Keluhan warga cukup banyak, terutama dari Kampung Sukajadi,” pungkasnya. (Red)