Bantenonline.com – Rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali diwarnai dengan antusiasme warga lewat penyelenggaraan Tangsel Flona Festival 2025, sebuah agenda yang menghadirkan pameran flora dan fauna, berbagai kompetisi, sesi edukasi hingga pelayanan publik dalam satu wadah.
Gelaran ini resmi ditutup Walikota Tangsel, Benyamin Davnie, sebagai penanda berakhirnya salah satu event terbesar dalam rangkaian HUT tahun ini.
“Saya ucapkan selamat dan terima kasih terselenggaranya festival flora dan fauna tahun 2025 di Kota Tangerang Selatan. Ini kali kedua, pada waktu itu flora saja. Alhamdulillah tahun ini terlaksana dengan tambahan faunanya,” ucap Benyamin saat menutup Tangsel Flona Festival di ITC BSD, ditulis pada Rabu (19/11/2025).
Sebagai agenda rutin dalam kalender HUT kota, Benyamin menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh agar penyelenggaraan festival di tahun depan semakin matang dan mampu menarik lebih banyak partisipasi masyarakat maupun komunitas.
“Jadi kita evaluasi seluruh dari pameran ini. Misal memadai apa tidak?, kedua, tempatnya apa dengan cuaca panas begini cocok untuk anggrek dan sebagainya. Artinya kita harus punya pilihan-pilihan tempat. Ketiga, keberagaman peserta, saya yakin belum semua potensi bisa terkumpul disini,” jelasnya.
Ia juga berharap festival di tahun mendatang dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang lebih luas, lebih lama durasinya, dan melibatkan lebih banyak pelaku tanaman hias maupun peternak lokal.
“Berkolaborasi dengan PAI (Pecinta Anggrek Indonesia), petani anggrek, dan lainnya. Kita adakan lebih luas lagi, lebih lama lagi mungkin. Lebih menjangkau petani dan peternak-peternak di Tangsel,” kata Benyamin.
Dalam kesempatan tersebut, Benyamin turut menyoroti potensi ekonomi yang besar dari komoditas anggrek.
Ia menyebut bahwa sebagian anggrek yang diperjualbelikan di Pasar Rawa Belong pun berasal dari Tangsel.
“Karena anggrek punya nilai sosial, nilai ekonomis dan lain-lain sebagainya,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Pecinta Anggrek Indonesia (PAI) Tangsel, Tini Indrayanthi Benyamin, menilai penyelenggaraan festival tahun ini menjadi angin segar bagi para petani anggrek lokal.
“Alhamdulillah untuk para petani anggrek di Tangsel ini mulai lagi berusaha meningkatkan produktifitasnya lagi. Dan alhamdulilah banyak terjual juga di kegiatan ini,” ujarnya.
Tini menambahkan bahwa budidaya anggrek sangat mudah diterapkan oleh berbagai kalangan karena tidak membutuhkan lahan besar.
“Anggrek ini tidak butuh lahan yang luas, malah ini makin mempercantik lingkungan,” katanya.
Menutup rangkaian acara, Tini berharap penyelenggaraan Tangsel Flona di masa mendatang semakin meriah dan dilengkapi evaluasi atas kekurangan yang ada.



