BERITA HOT

Gubernur Andra Soni Serahkan LKPD ke BPK, Tekankan Program Harus Berdampak Nyata

SERANG, –Gubernur Banten Andra Soni resmi menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025 unaudited kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Banten, Senin (30/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Andra menegaskan komitmennya agar setiap program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Segala ikhtiar yang kami lakukan semata untuk mewujudkan masyarakat Banten yang maju, adil, merata, dan bebas dari korupsi,” tegasnya.

Penyerahan LKPD ditandai dengan penandatanganan berita acara antara Gubernur dan Kepala BPK Perwakilan Banten Firman Nurcahyadi. Setelah itu, dokumen LKPD Pemprov Banten diserahkan, disusul oleh delapan kabupaten/kota.

Selanjutnya, BPK akan melakukan pemeriksaan terstruktur terhadap laporan tersebut dan menyusun Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). Hasilnya dijadwalkan rampung dan diserahkan ke DPRD paling lambat akhir Mei 2026.

Andra memastikan, penyusunan LKPD telah mengikuti aturan pengelolaan keuangan daerah, mulai dari perencanaan hingga pertanggungjawaban. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan akuntabilitas keuangan daerah.

“Kami berharap mendapat masukan dari BPK agar laporan ini semakin baik, sesuai standar akuntansi pemerintahan, efektif dalam pengendalian internal, serta patuh terhadap aturan,” jelasnya.

Ia juga memaparkan, realisasi APBD Banten 2025 menunjukkan kinerja cukup solid. Pendapatan daerah mencapai Rp9,74 triliun atau 93,14 persen dari target. Sementara belanja dan transfer terealisasi Rp10,01 triliun atau 92,92 persen.

Dari sisi neraca, aset daerah meningkat Rp381,5 miliar menjadi Rp21,27 triliun per 31 Desember 2025. Kenaikan ini terutama berasal dari pengadaan aset tetap melalui APBD. Adapun sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) tercatat Rp44,6 miliar.

Di sisi lain, Kepala BPK Perwakilan Banten Firman Nurcahyadi mengapresiasi ketepatan waktu pemerintah daerah dalam menyerahkan laporan keuangan.
Menurutnya, hal itu menunjukkan komitmen terhadap tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

“Secara umum, kualitas laporan keuangan di Banten terus membaik. Seluruh pemda juga konsisten mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian,” ujarnya.

Namun Firman mengingatkan, opini WTP bukan tujuan akhir. Penilaian bisa berubah setiap tahun, tergantung kualitas laporan dan pemenuhan standar pemeriksaan.

“Yang penting adalah kepatuhan pada aturan, efektivitas pengendalian internal, serta kelengkapan pengungkapan sesuai standar,” pungkasnya. (Red)

Deni

Recent Posts

Balik ke Sekolah, Mentrans Iftitah Jadi Pembina Upacara Saya Datang Sebagai Alumni, Bukan Menteri

PANDEGLANG, – Ada yang spesial dari kunjungan Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara ke SMP…

3 jam ago

DPRD Pandeglang Acungi Jempol TNI AD Bangun Jalan 18 Km di Cimanggu

PANDEGLANG, – TNI Angkatan Darat (AD) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat. Sebanyak 18 kilometer jalan…

3 jam ago

105 Siswa Banten Dibidik Tembus Kampus Dunia Lewat Program Super Camp

PANDEGLANG, – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tak mau talenta muda daerah hanya jago kandang. Sebanyak…

1 hari ago

Buka Turnamen Catur Pelajar, Dimyati Ingin Lahir Grandmaster dari Banten

TANGERANG, – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah punya harapan besar dari turnamen catur pelajar…

1 hari ago

Buka POMPROV Banten 2026, Andra Soni: Cetak Juara Tak Bisa Instan, Harus Dimulai dari Pembinaan

CILEGON, – Gubernur Banten Andra Soni punya ambisi besar di dunia olahraga. Dia ingin prestasi…

1 hari ago

Camat Koroncong Ajak Warga Perkuat Kebersamaan di Peringatan Maulid Nabi

PANDEGLANG, – Camat Koroncong Sihabudin mengajak masyarakat memperkuat kerukunan, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam…

2 hari ago