BERITA HOT

Anggaran Buffer Stock Logistik Lumsos di Banten Hanya Rp 493 Juta

SERANG, –Anggaran buffer stock logistik untuk memenuhi kebutuhan 33 Lumbung Sosial (Lumsos) di Provinsi Banten pada 2026 hanya sebesar Rp 493 juta. Nilai itu terdampak efisiensi anggaran dan jauh menurun dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Perlindungan Sosial Dinas Sosial Banten, Zainal Abidin mengatakan, anggaran buffer stock logistik tahun ini lebih rendah dibandingkan pada 2025.

“Memang dibandingkan tahun 2025 sangat jauh. Tahun 2025 sekitar Rp 1,4 miliar anggaran buffer stock logistik, sementara sekarang tidak mencapai 40 persennya,” kata Zainal kepada awak media, Rabu (20/5/2026).

Zainal menjelaskan, anggaran Rp 493 juta tersebut tidak hanya digunakan untuk memenuhi stok logistik di Lumsos bentukan Kementerian Sosial, tetapi juga mendukung ketersediaan logistik di Lumsos bentukan kabupaten.

“Saat ini sedikitnya ada 33 lumbung sosial yang sudah terbentuk di Provinsi Banten. Dari jumlah itu, 29 merupakan bentukan Kementerian Sosial dan empat lainnya bentukan Kabupaten Pandeglang, yang tersebar di Kecamatan Cibaliung, Cimanuk, Angsana, dan Cibitung,” terangnya.

Menurutnya, dengan keterbatasan anggaran tersebut, pihaknya harus cermat dalam menyalurkan bantuan agar tepat sasaran dan memberi dampak maksimal bagi masyarakat.

“Kalau berbicara optimal tentu tidak optimal. Dengan pos logistik yang ada saat ini, kita harus pandai-pandai menggunakan dan memberikan bantuan kepada yang benar-benar membutuhkan dan berdampak,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pembentukan Lumbung Sosial bertujuan mempercepat pendistribusian logistik saat terjadi bencana.

“Lumbung Sosial ini dibangun untuk mendekatkan bantuan logistik agar bisa cepat disalurkan, baik pra bencana, saat bencana, maupun pascabencana,” katanya.

Ke depan, Zainal berharap pengelolaan logistik di masing-masing Lumbung Sosial dapat lebih mandiri dengan melibatkan masyarakat dan sektor swasta.

“Harapan kami ke depan Lumbung Sosial ini bisa lebih mandiri dan berdaya. Karena sifatnya swadaya, sehingga bisa lebih mengutamakan partisipasi masyarakat dan swasta melalui CSR,” pungkasnya. (Aldo)

Deni

Recent Posts

Banten dan DKI Sepakat Kolaborasi Tangani Banjir hingga Sampah

JAKARTA, –Pemerintah Provinsi Banten dan Pemprov DKI Jakarta sepakat memperkuat kerja sama dalam penanganan banjir…

12 jam ago

DLHK Banten Kelola 349,9 Kilogram Sampah Lewat Penimbangan dan Pengomposan

SERANG - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten mengadakan kegiatan penimbangan sampah dan…

12 jam ago

Desa Bandung Gunakan Bankeu Rp120 Juta untuk Infrastruktur dan Pemberdayaan

SERANG, –Pemerintah Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, bakal memanfaatkan Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemerintah…

14 jam ago

Dinsos Banten Perkuat Koordinasi Klaster Pengungsian dan Perlindungan

SERANG, – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten selaku Koordinator Klaster Pengungsian dan Perlindungan terus memperkuat…

15 jam ago

SPPG Karya Bakti Jiput Tawarkan Menu MBG Variatif Berbasis Pangan Lokal

PANDEGLANG, – Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karya Bakti Jiput di Kampung Pamarayan, Desa Jiput,…

16 jam ago

Fraksi PKS DPRD Pandeglang Soroti Figur Calon Sekwan Pengganti Suaedi

PANDEGLANG, –Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kabupaten Pandeglang mulai menyoroti sosok calon Sekretaris DPRD…

17 jam ago