BERITA HOT

Dinsos Banten Perkuat Koordinasi Klaster Pengungsian dan Perlindungan

SERANG, – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten selaku Koordinator Klaster Pengungsian dan Perlindungan terus memperkuat koordinasi dalam penanganan pengungsian dan perlindungan masyarakat terdampak bencana, terutama pada fase tanggap darurat.

Kepala Dinsos Banten, Lukman, menegaskan bahwa penanganan bencana tidak hanya sebatas distribusi bantuan logistik, tetapi juga mencakup layanan perlindungan sosial, pengelolaan pengungsian, dukungan psikososial, hingga perlindungan kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas.

“Karena itu, kami ingin memperkuat koordinasi dan membangun kesepahaman bersama agar seluruh unsur dapat bergerak cepat, terkoordinasi, dan memahami peran masing-masing saat bencana terjadi,” kata Lukman kepada Bantenonline, Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan, seluruh anggota klaster perlu memahami mekanisme aktivasi Klaster Pengungsian dan Perlindungan, pembagian tugas, hingga penunjukan penanggung jawab (PIC) di lapangan agar koordinasi berjalan efektif.

“Penguatan layanan pengungsian yang aman, manusiawi, dan responsif terhadap kebutuhan penyintas menjadi penting, salah satunya melalui penyusunan rencana kerja yang terkoordinasi,” ujarnya.

Menurut Lukman, penguatan koordinasi Klaster Pengungsian dan Perlindungan (PP) diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan serta efektivitas layanan kemanusiaan di Provinsi Banten.

“Ini akan memperkuat peran kita dalam membangun kolaborasi penanganan pengungsian dan perlindungan masyarakat terdampak bencana di Banten,” katanya.

Suasana rapat koordinasi Klaster Pengungsian dan Perlindungan.

Sementara itu, Asisten Daerah I Sekretariat Daerah Provinsi Banten, Komarudin, menekankan bahwa penanganan bencana membutuhkan sinergi lintas sektor dan tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja.

“Klaster Pengungsian dan Perlindungan memiliki peran strategis dalam memastikan warga terdampak bencana memperoleh layanan pengungsian yang layak, perlindungan kelompok rentan, serta dukungan kemanusiaan yang cepat dan terkoordinasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, aspek kemanusiaan harus menjadi prioritas utama, namun tetap harus ditopang koordinasi yang solid serta kejelasan kewenangan antar pihak.

“Keberadaan klaster ini harus menghasilkan langkah nyata, terutama dalam pembagian peran dan penguatan komunikasi antaranggota,” tandasnya. (Aldo)

Deni

Recent Posts

HUT ke-81 TNI, Kapolres Pandeglang Sambangi Kodim Bawa Tumpeng

PANDEGLANG, – Kapolres Pandeglang AKBP Sonny Harsono menyambangi Kodim 0601/Pandeglang untuk memberikan ucapan selamat HUT…

5 jam ago

Puluhan Hektare Sawah di Pandeglang Tak Bisa Digarap Gegara Kekeringan

PANDEGLANG, – Puluhan hektare persawahan di Desa Karangsetra, Kecamatan Keroncong, Kabupaten Pandeglang, Banten, terdampak kemarau…

19 jam ago

Kapolri Suyudi Ziarah ke Makam Kakek di Pandeglang

PANDEGLANG, - Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyempatkan diri berziarah ke makam kakeknya di…

23 jam ago

Eks Kapolda Irjen Pol Henky: Banten Kampung Kedua, Tempat Saya Pensiun

LEBAK, - Banten punya tempat khusus di hati Irjen Pol Henky. Mantan Kapolda Banten yang…

1 hari ago

Sosok Kapolri Suyudi Aryo Seto di Mata Wagub Banten: Dekat dengan Ulama hingga Cerdas

LEBAK, – Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah mengungkap sosok Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Aryo Seto…

1 hari ago

Kapolres Lebak Dampingi Kapolri Ziarah ke Makam Keluarga

LEBAK, – Jenderal Pol Suyudi Ario Seto pulang kampung ke Kabupaten Lebak, Banten. Kapolri yang…

1 hari ago