GAYA HIDUP

Dorong Budaya Keselamatan Pendakian Sejak Dini, AOPGI Banten Gelar Coaching Clinic

PANDEGLANG, — Asosiasi Olahraga Pendakian Gunung Indonesia (AOPGI) Regional Banten menggelar kegiatan coaching clinic keselamatan pendakian bagi pelajar SMA dan sederajat di SMAN 4 Pandeglang, Sabtu (31/1/2026).

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menekan risiko kecelakaan pendakian yang kian meningkat seiring tingginya minat generasi muda terhadap aktivitas alam terbuka.

Ketua Umum AOPGI Banten, Deni Ahmad Fanani, mengatakan coaching clinic tersebut merupakan langkah preventif untuk membangun budaya keselamatan pendakian sejak usia sekolah.

“Program ini dirancang untuk menjawab meningkatnya risiko kecelakaan di dunia pendakian yang saat ini semakin diminati generasi muda,” kata Deni.

Menurut Deni, kegiatan ini menjadi awal dari rangkaian program edukasi keselamatan yang akan menyasar sekolah-sekolah di seluruh Provinsi Banten sepanjang 2026.

“Edukasi sejak usia sekolah penting untuk membentuk pendaki yang sadar risiko, berpengetahuan, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya.

Dalam coaching clinic ini, AOPGI menghadirkan instruktur berpengalaman dari tingkat nasional hingga Asia Tenggara yang telah lama berkecimpung di bidang keselamatan pendakian, penyelamatan vertikal, dan manajemen risiko alam terbuka.

“Pendakian saat ini sudah menjadi aktivitas umum, bukan lagi milik komunitas tertentu. Karena itu, pemahaman tentang keselamatan dan pelestarian alam harus disampaikan secara terbuka,” jelasnya.

Deni menegaskan, AOPGI Banten berkomitmen membangun ekosistem pendakian yang aman, beretika, dan berkelanjutan, sekaligus menyiapkan generasi pendaki muda yang mampu mengelola risiko dengan baik.

Sementara itu, Koordinator Kegiatan Coaching Clinic, Daden Hilmansah, menyebutkan materi yang diberikan meliputi manajemen pendakian, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), Medical First Responder (MFR), vertical rescue, survival, hingga navigasi darat.

“Materi disusun secara aplikatif agar mudah dipahami pelajar dan meningkatkan kesadaran akan potensi risiko di alam terbuka,” kata Daden.

Ia menambahkan, kecelakaan pendakian kerap terjadi bukan hanya karena faktor alam, melainkan akibat kurangnya pemahaman dasar keselamatan.

“Remaja merupakan kelompok paling aktif dalam kegiatan alam terbuka. Karena itu, edukasi langsung ke sekolah menjadi langkah nyata untuk mencegah kecelakaan,” pungkasnya. (Red)

Deni

Recent Posts

Dewan PKS Abdul Azis Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Cibaliung

PANDEGLANG, –Anggota DPRD Pandeglang Fraksi PKS, Abdul Azis, menyalurkan bantuan material bangunan kepada korban kebakaran…

53 menit ago

Komisi IV DPRD Pandeglang Desak Polisi dan Inspektorat Usut Kasus Obat Keras Hilang di RSUD Aulia Menes

PANDEGLANG, –Komisi IV DPRD Kabupaten Pandeglang mendesak kepolisian dan Inspektorat mengusut tuntas kasus hilangnya ratusan…

13 jam ago

DPRD Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Wagub Banten Sebut Sinergi Antar Lembaga Berbuah WTP 10 Kali

SERANG, –DPRD Provinsi Banten menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran…

15 jam ago

Hadiri Raker APPSI, Andra Soni Sebut UMKM Jadi Kunci Penguatan Ekonomi Daerah

LOMBOK BARAT, –Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten dalam memperkuat pemberdayaan usaha…

16 jam ago

KH Aman Syairi AS Wafat, Alumni STAI Babunnajah: Kami Kehilangan Guru dan Sosok Orang Tua

PANDEGLANG, –Kabar duka datang dari dunia pendidikan Islam dan Nahdlatul Ulama (NU) di Banten. Ulama…

18 jam ago

Ketua DPRD Pandeglang Apresiasi TMMD ke-129: Buka Akses Jalan hingga Dongkrak Ekonomi Warga

PANDEGLANG, –Ketua DPRD Pandeglang H. Tb. Agus Khotibul Umam mengapresiasi pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun…

19 jam ago