Categories: GAYA HIDUP

Dokter Perbolehkan Konsumsi Mie Instan Asalkan…

Mie instan masih boleh dikonsumsi, asalkan tidak dijadikan menu utama setiap hari. Sejumlah dokter menegaskan, kunci utamanya ada pada frekuensi dan keseimbangan asupan gizi.

Dokter ortopedi asal Mumbai, Dr Manan Vora, menyebut makan mie instan sesekali tidak akan langsung merusak kesehatan. Namun, ia mengingatkan agar tidak menjadikannya makanan andalan harian.

“Makan mi instan sekali-sekali tidak masalah. Tapi kalau dikonsumsi setiap hari, dampaknya akan terasa dalam jangka panjang,” ujarnya, dikutip dari Hindustan Times.

Menurutnya, mie instan tergolong makanan ultra-proses yang umumnya mengandung pengawet seperti TBHQ, kadar garam tinggi, serta perisa dan pewarna sintetis. Konsumsi berlebihan dapat memicu stres oksidatif, gangguan pencernaan, hingga peradangan kronis.

Hal senada disampaikan dokter asal Surabaya, dr. Sungadi Santoso. Ia menjelaskan, produk mie instan yang beredar di Indonesia dan terdaftar di BadDoan Pengawas Obat dan Makanan telah melalui uji keamanan. Artinya, bahan tambahan seperti natrium benzoat maupun tartrazine masih dalam batas aman jika dikonsumsi sesuai aturan.

Namun, persoalan muncul ketika mie instan dimakan setiap hari tanpa tambahan sumber gizi lain.

“Mie instan tinggi karbohidrat dan lemak, tapi rendah protein, vitamin, dan mineral. Kalau dijadikan makanan utama tanpa variasi, tubuh bisa kekurangan nutrisi,” jelasnya.

Kandungan garam dalam bumbu mie instan juga perlu diperhatikan. Asupan natrium berlebih dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit metabolik.

Tips Aman Konsumsi Mie Instan:

  • Batasi frekuensi, misalnya tidak lebih dari 1–2 kali per minggu.
  • Kurangi penggunaan seluruh bumbu untuk menekan asupan garam.
  • Tambahkan protein seperti telur, ayam, atau tahu.
  • Sertakan sayuran segar untuk menambah serat dan vitamin.

Dengan pola konsumsi yang bijak dan tetap mengutamakan makanan bergizi seimbang, mie instan masih bisa dinikmati tanpa menimbulkan dampak kesehatan yang serius.

redaksi

Recent Posts

Pemprov Banten Raih Opini Kualitas Tinggi Tanpa Maladministrasi dari Ombudsman RI

SERANG, –Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meraih opini Kualitas Tinggi Tanpa Maladministrasi dari Ombudsman Republik Indonesia…

3 jam ago

Persiapan Porprov Banten 2026 Dikebut! OC Segera Disahkan, Tangsel Mulai Masuk Tahap Finalisasi

Bantenonline.com – Persiapan menuju Porprov Banten 2026 terus dipercepat. Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sebagai tuan…

4 jam ago

Program Sekolah Gratis Andra Soni Tingkatkan Minat Siswa ke Sekolah Swasta

TANGERANG, – Program Sekolah Gratis (PSG) untuk sekolah swasta yang digagas Gubernur Banten Andra Soni…

5 jam ago

Ini Respons Fraksi PKS soal Penunjukan Muslim Taufik Jadi Plt Sekwan Pandeglang

PANDEGLANG, –Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kabupaten Pandeglang menyambut positif keputusan Bupati Pandeglang Dewi…

5 jam ago

Kejari Pandeglang Tunjuk Dua Jaksa Tangani Kasus Laka Maut yang Libatkan Mursidi

PANDEGLANG, –Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang menunjuk dua jaksa untuk menangani perkara kecelakaan lalu lintas maut…

6 jam ago

DPRD Pandeglang Dorong Muslim Taufik Jadi Sekwan Definitif

PANDEGLANG, –DPRD Kabupaten Pandeglang mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang segera menetapkan Muslim Taufik sebagai Sekretaris…

7 jam ago